Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ramadan

Insecure dengan Amalan Puasa: Antara Kualitas dan Keikhlasan

  Setiap ramadan tiba, umat muslim bersemangat menyambutnya penuh suka cita. Termasuk dengan meningkatkan amalan ibadah, diantaranya puasa, salat tarawih, sedekah, dan lainnya. Di sisi lain, ada sebagian orang yang justru merasa insecure atau minder dengan amalan puasanya. Perasaan ini bisa muncul dari berbagai faktor, seperti merasa kurang khusyuk, tidak bisa beribadah sebanyak orang lain, atau khawatir amalan yang dilakukan tidak diterima oleh Allah. www.adzka.my.id Sebuah pertanyaan sederhana   muncul begini mengapa rasa insecure bisa muncul? Di era media sosial, mudah sekali melihat orang lain yang terlihat sangat rajin beribadah, berbagi kisah spiritual yang menyentuh, atau bahkan menampilkan pencapaian ibadah mereka. Hal ini kadang membuat seseorang merasa bahwa dirinya kurang berusaha atau tertinggal dalam ibadah dibandingkan orang lain. Padahal, setiap orang memiliki perjalanan spiritual yang unik. Apa yang tampak di media sosial belum tentu mencerminkan keadaan se...

Ramadan Sebagai Sarana Optimalisasi Pendidikan Karakter

kalam.sindonews.com Bulan Ramadan bukan sekadar ajang untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan laboratorium pendidikan karakter yang luar biasa. Di era yang serba cepat ini, ketika teknologi dan modernitas mengikis nilai-nilai moral, Ramadan hadir sebagai momen refleksi dan transformasi diri. Sayangnya, banyak yang menjalani bulan suci ini hanya sebatas ritual tanpa benar-benar memahami esensinya sebagai sarana pembentukan karakter. Untuk itu perlu ada kesadaran kolektif bahwa Ramadan adalah kesempatan emas untuk membangun kejujuran, disiplin, empati, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran adalah salah satu pilar utama dalam pendidikan karakter, dan Ramadan mengajarkan nilai ini dengan cara yang unik. Puasa adalah ibadah yang sangat personal; tidak ada yang bisa memastikan apakah seseorang benar-benar menahan diri dari makan dan minum selain dirinya sendiri dan Tuhan. Ini mengajarkan bahwa kejujuran bukan sekadar soal apa yang terlihat oleh orang lain,...

Tahajud di Sepertiga Syawal

doaharianislami.com Beberapa saat kemudian, saya baca percakapan antara Buya Hamka dan sahabatnya. #1  ***  Berkata sahabatnya," saya pergi ke Mekkah, di sana semua pelacur memakai jilbab. #2  *** Buya menimpali," saya pergi ke Amerika, di sana tidak ada pelacur. #3  *** Percakapan tersebut memberikan makna bahwa bila kebaikan yang kita cari, maka kebaikan yang kita dapat. #4  ***  Bila keburukan yang kita tuju, maka ia akan datang kepada kita walau jauh sekali pun.#5  ***  Ramadan telah berakhir. Baru saja saya buka pesan masuk dari sang guru," Semoga Allah SWT menjaga konsistensi ibadah walau ramadaan telah berlalu, hingga ajal menjemput." #6 ***  Tahukah Bro dan Sis. Publik Indonesia sempat berduka, kehilangan Babe Cabita, seorang komikan yang khas dengan rambut kribo tebalnya. #7  ***  Ada yang unik, ia tidak ingin ada tahlilan di hari kematiannya. Tanggal kematiannya pun di hari berkah, 29 ramadan. #8  *** Sekilas bila kit...