Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label renungan

Tahajud di Sepertiga Syawal

doaharianislami.com Beberapa saat kemudian, saya baca percakapan antara Buya Hamka dan sahabatnya. #1  ***  Berkata sahabatnya," saya pergi ke Mekkah, di sana semua pelacur memakai jilbab. #2  *** Buya menimpali," saya pergi ke Amerika, di sana tidak ada pelacur. #3  *** Percakapan tersebut memberikan makna bahwa bila kebaikan yang kita cari, maka kebaikan yang kita dapat. #4  ***  Bila keburukan yang kita tuju, maka ia akan datang kepada kita walau jauh sekali pun.#5  ***  Ramadan telah berakhir. Baru saja saya buka pesan masuk dari sang guru," Semoga Allah SWT menjaga konsistensi ibadah walau ramadaan telah berlalu, hingga ajal menjemput." #6 ***  Tahukah Bro dan Sis. Publik Indonesia sempat berduka, kehilangan Babe Cabita, seorang komikan yang khas dengan rambut kribo tebalnya. #7  ***  Ada yang unik, ia tidak ingin ada tahlilan di hari kematiannya. Tanggal kematiannya pun di hari berkah, 29 ramadan. #8  *** Sekilas bila kit...

Sudahkah kita Berjalan pada RelNya?

Sahabat, Sudahkah kita berjalan di atas r elnya, Atau kita telah merasa sudah berjalan sangat jauh, Tanpa memperhatikan kebisingan mesin serta patahan-patahan besinya? Ataukah kita selalu menutup telinga dari suara-suara sirene yang dibunyikan manakala kereta mau jalan dari stasiun? Sahabat, sudahkah kita berjalan di relNya dalam keadaan bebas? Tanpa khawatir kita akan hilang dari daftar penumpang? Ataukah kita merasa sudah kuat, perlu sendiri saja untuk masuk ke SurgaNya? Ah... Boleh saja. Tapi, tahukah? Mereka yang belum bisa baca "alif", "ba", "ta", "tsa" dalam peleburan kehidupan, apakah kelak mereka tak meminta pertanggungjawabanmu? Maka, tiada lain, kecuali mengikat kembali komitmen. Sahabat, jangan kau lepaskan anak panah dari busurmu dalam kegelapan. Nanti mata akan kalap, tenaga tertilap, jantung tertusuk tertancap. Batin menjadi tahanan dalam sel pesakitan, sebab penyesalan sudah terlanjur diakui. Sahabat, ini hutang kita. Huta...