Sahabat, Sudahkah kita berjalan di atas r elnya, Atau kita telah merasa sudah berjalan sangat jauh, Tanpa memperhatikan kebisingan mesin serta patahan-patahan besinya? Ataukah kita selalu menutup telinga dari suara-suara sirene yang dibunyikan manakala kereta mau jalan dari stasiun? Sahabat, sudahkah kita berjalan di relNya dalam keadaan bebas? Tanpa khawatir kita akan hilang dari daftar penumpang? Ataukah kita merasa sudah kuat, perlu sendiri saja untuk masuk ke SurgaNya? Ah... Boleh saja. Tapi, tahukah? Mereka yang belum bisa baca "alif", "ba", "ta", "tsa" dalam peleburan kehidupan, apakah kelak mereka tak meminta pertanggungjawabanmu? Maka, tiada lain, kecuali mengikat kembali komitmen. Sahabat, jangan kau lepaskan anak panah dari busurmu dalam kegelapan. Nanti mata akan kalap, tenaga tertilap, jantung tertusuk tertancap. Batin menjadi tahanan dalam sel pesakitan, sebab penyesalan sudah terlanjur diakui. Sahabat, ini hutang kita. Huta...