Langsung ke konten utama

KAMMI BANGKIT DAN MELAWAN


Hal ini merupakan tema penting yang akan dibicarakan dalam RAPIMDA (Rapat Pimpinan Daerah) KAMMI Daerah Kota Ambon periode 2013-2015. Mekanisme rapat ini merupakan amanah organisasi ini yang telah dijabarkan dalam ART KAMMI Pasal 44 ayat 1-4. Rapat ini mempunyai kewenangan untuk Membahas dan mengevaluasi kondisi keorganisasian Pengurus Daerah KAMMI dan Pengurus Komisariat KAMMI, Menerima laporan rutin Pengurus Komisariat KAMMI dalam daerah tersebut dan Membuat kebijakan dan kegiatan yang bersifat mengikat kepada seluruh KAMMI Komisariat. Rapat ini dihadiri oleh para kader se-kota Ambon dan Alumni serta undangan OKP se-kota Ambbon.
Rapimda akan dijadwalkan tanggal 31 Agustus 2014, yang bertempat di Aula PKK Prov. Maluku. Selain pembahasan yang telah ditetapkan oleh konstitusi KAMMI,dalam rapat ini juga akan dibahas isu-isu lokal dan kontemporer. Misalnya tentang Indonesia menyambut pemimpin baru, isu-isu lokal seperti kasus AIDS di Kota Ambon, Pengawalan agenda Pemerintah Kota Ambon, Ditolaknya RUU Kepulauan oleh Pempus, Masalah CPNS, isu Perdamaian dsb.
Rapimda rencananya akan dibuka langsung oleh Bpk. R. Louhenapessy, Walikota Ambon. Beliau juga dijadwalkan untuk memberikan pandangan umum tentang Ambon Menuju ASEAN Community 2015 dan Ledakan Demografi yang akan dimulai 2020. Jadwal acaranya sudah difikskan, hanya menunggu tanggal mainnya saja, kata M. Yahya Matdoan, S.Si, Ketua Panitia. Disesi lain, juga akan turut hadir Bpk. Mardin Wally, Komisi B DPRD Kota Ambon yang akan memberikan materi diskusi membangun peradaban melalui konsepsi dan aksi.
Dia juga menambahkan, hasil dari rapat ini akan dibuat semacam Rekomendasi untuk mensinergikan gerakan KAMMI di Mata Publik. Seperti focus Rekrutmen 100.000 Kader Inti untuk penggerak kebangkitan Indonesia. Di tempat lain, Ketua KAMMI Ambon, M. Nasir Pariusamahu, mengatakan, rapat ini merupakan rapat akbar yang akan menjadi sebuah hentakan sejarah di tanah basudara ini. KAMMI merupakan organisasi ekstra parlementer yang senantiasa berkomitmen dan bekerjasama dengan semua pihak untuk menjunjung nilai-nilai kemanusian dan keadilan demi Indonesia yang baldatun taibatun warrabur gaffur. (MNP)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

AI Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. "Ini sarana untuk menumbuhkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada generasi muda," jelas Trialaksita Sari Priska, Menteri Sekretaris KeSEMaT. Aktivitas kepedulian terhadap lingkungan tersebut bermula dari keresahan mahasiswa Ilmu Kelautan Undip terhadap kerusakan ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara yang menjadi tempat praktik dan penelitian mata kuliah mereka. Mereka tidak ingin hanya meresahkan sesuatu. Mereka ingin melakukan tindakan nyata. Menurut Dinuarca Endra Wasistha, Presiden KeSEMaT, aksi mereka selanjutnya berkembang dari hanya menanam mangrove hingga membuat kreasi yang menghasilkan uang melalui CV KeMANGI. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT) dan menggalang KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang terseba...

Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh, Ini Penjelasan BMKG

Gemini Ai Warganet ramai memperbincangkan video viral tentang awan berbentuk tsunami di atas Kota Meulaboh, Provinsi Aceh, Senin (10/8/2020). Akun Twitter @masawep atau Arief Arbianto yang menggunggah video tersebut menulis, “Mohon doanya agar Kota Meulaboh baik2 saja. Pemandangan awan pagi ini di atas kota Meulaboh, Aceh Barat.» Melihat fenomena alam yang viral ini, sebagian masyarakat bertanya-tanya apakah awan ini pertanda datangnya bencana alam. Menanggapi viralnya video fenomena awan tersebut, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin, pun angkat bicara. Miming menuturkan bahwa memang benar fenomena awan berbentuk seperti tsunami di video tersebut merupakan fenomena yang relatif jarang terjadi. “Secara ilmiah, fenomena awan tersebut dinamakan dengan awan arcus,” kata Miming kepada Kompas.com, Senin (10/8/2020). Untuk diketahui, awan arcus adalah jenis awan rendah dan memiliki formasi pembentukan horizontal. Dijelaskan Miming, awa...

Merangkum Berdasarkan Gagasan Pokok

  Judul Buku: Aku Terbatas tapi Tanpa Batas Penulis: Joko Sulistya Judul Bab: Yulia Dwi Kustari, Juara I KIR Nasional Judul Subbab: 1. Dulu Aku Tomboi 2. Aku dan Kegiatanku 3. Aku Ingin Naik Pesawat 4. No Pain No Gain 5. Alhamdulillah, Aku Juara  Dari buku ini, gagasan utama setiap paragraf dapat disarikan sebagai berikut. Kisah Yulia kecil yang lebih senang bermain dengan teman laki-laki. Kegiatan Yulia di bangku SMP yang banyak dihabiskan dengan kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler. Yulia ingin merasakan naik pesawat seperti kakaknya yang sering bepergian ke tempat jauh. Ia berharap dapat lolos ke Lomba Penelitian Siswa Nasional di Jakarta. Yulia menyiapkan makalah penelitiannya untuk dikirimkan ke panitia lomba Yulia lolos lomba dan menjadi pemenang pertama Yulia tidak mengerti apa yang salah dengan menjadi tomboi. Ia hanya senang bermain dengan teman laki-laki dan mengikuti kakak laki-lakinya. Namun, ia selalu diingatkan orang tuanya agar berperilaku seb...