Langsung ke konten utama

#menulis Hujan, menunggu Pelangi, part III



                                                                                                                  On  6th June '15


#menulis Hujan, menunggu Pelangi

Hari ini, #hujan mulai berkilah-kilah. Aku kesiangan hari ini, tapi #hujan masih menjadi cerita mimpi indah tadi malam. Ku simak, atap rumahku yang masih bersimpah butiran-butiran bekas #hujan. Oh ini kan, masih pagi. Ada hajatan walihaman, yang harus ku datangi bersama keluarga besarku. 

Inikah zig-zag #hujan dalam menyambut momen rumah tangga baru. Panas #hujan. #hujan Panas. Adalah sebuah frase yang berbeda makna. Panas #hujan mengandung arti bahwa air #hujannya memang panas, jangan coba-coba merasakannya. Akan luluhkan lambung kerasmu #hujan Panas mengandung arti bahwa #hujan turun pada saat matahari sedang pula menunjukan keganasan. Eh bicara soal matahari, ada yang mengklaim menjadi hak miliknya loh…katanya ada perjanjian antariksa soal tidak jual beli benda-benda ruang angkasa? mungkinkah #hujan juga akan menjadi hak milik?
Lalu sebelum #hujan berhenti lagi dan lagi. Aku titipkan doa untuk pasangan yang baru usai melaksanakan ijab kabul. Semua begitu indah, karena #hujan mengindahkan semuanya. Lagi-lagi lagu Wali Band Grup yang terlantunkan dalam episode membahagiakan itu membuat alam begitu asyik menikmatinya. Barakallaahu lakuma wa baraka 'alaikuma wa jama'a bainakuma fii khaiir.. #hujan

Tapi, setelah itu. #hujan kembali memberi bumi. Ini musim #hujan. Sebab #hujan akan turun tak menentu. BMKG hanya bisa membaca ikhfa dengan teori-teori cuaca, orang-orang tua hanya bisa meramalkan. Tapi, setiba #hujan dari langit, semua terkesima dan ghunnah, wah kok jam segini #hujan.
Ok sajalah. Mari kita menikmati keberkahan #hujan. #hujan seperti rezeki, akan datang dengan tiada dugaan. Tiba-tiba. Begitulah seterusnya, hingga kiamat ini dunia. Hehehehe..sebegitukah #hujan 

Lalu fenomena #hujan membuat matahari malu menampakkan dirinya. Matahari hari ini terlihat malu dan tidak mau terlibat dalam permainan. Hehe…#hujan kau membuat matahari malu…ah. TIDAK. Ini pukul 4.49 PM, senja waktunya menguning seperti jadwal hari-hari lalu. Tapi hari ini Senja tak menguning, putih saja. Sebab, langit masih mengakui kehebatan #hujan. Lagu-lagu senja selalu dipanggil-panggil. Sebab, senja itu membuat fisik istirahat dengan sempurna. 

#hujan memberi bukti bahwa #hujan lebih melebihi dogma para dukun-dukun. Yang selalu membaca mantera-mantera.              

Kolam Sembilan, Jalan Pendidikan. Ambon, 5.19 PM
To be continue….


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

AI Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. "Ini sarana untuk menumbuhkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada generasi muda," jelas Trialaksita Sari Priska, Menteri Sekretaris KeSEMaT. Aktivitas kepedulian terhadap lingkungan tersebut bermula dari keresahan mahasiswa Ilmu Kelautan Undip terhadap kerusakan ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara yang menjadi tempat praktik dan penelitian mata kuliah mereka. Mereka tidak ingin hanya meresahkan sesuatu. Mereka ingin melakukan tindakan nyata. Menurut Dinuarca Endra Wasistha, Presiden KeSEMaT, aksi mereka selanjutnya berkembang dari hanya menanam mangrove hingga membuat kreasi yang menghasilkan uang melalui CV KeMANGI. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT) dan menggalang KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang terseba...

Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh, Ini Penjelasan BMKG

Gemini Ai Warganet ramai memperbincangkan video viral tentang awan berbentuk tsunami di atas Kota Meulaboh, Provinsi Aceh, Senin (10/8/2020). Akun Twitter @masawep atau Arief Arbianto yang menggunggah video tersebut menulis, “Mohon doanya agar Kota Meulaboh baik2 saja. Pemandangan awan pagi ini di atas kota Meulaboh, Aceh Barat.» Melihat fenomena alam yang viral ini, sebagian masyarakat bertanya-tanya apakah awan ini pertanda datangnya bencana alam. Menanggapi viralnya video fenomena awan tersebut, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin, pun angkat bicara. Miming menuturkan bahwa memang benar fenomena awan berbentuk seperti tsunami di video tersebut merupakan fenomena yang relatif jarang terjadi. “Secara ilmiah, fenomena awan tersebut dinamakan dengan awan arcus,” kata Miming kepada Kompas.com, Senin (10/8/2020). Untuk diketahui, awan arcus adalah jenis awan rendah dan memiliki formasi pembentukan horizontal. Dijelaskan Miming, awa...