Langsung ke konten utama

Mausu Ane

Dari Pintu Kota,
Lidah ombak membuat karpet merah ke puncak Murkelle,
Walau, nafas teresak-esak, tapi ini perintah hati, kapitan kemanusiaan bergemuruh ke Seram.

Tanah Alifuru bernyanyi dengan airmata,
Para Rusa sudah pintar mematahkan tombak-tombak bapa,
Kasbi, Patatas, Sagu telah berselingkuhan dengan hama.

Di kota, benalu-benalu oportunis
Duduk sambil menikmati hutan-hutan dikuliti dari layar tipi-tipi,
Akrobat mereka, asal lambung kenyang, duit masuk bank.

Katanya, negeri ini kaya hayati,
Terbahagia walaupun miskin,
Pertanyaannya, siapa yang bahagia? Siapa pula yang miskin?
Inikah data dari kuburan Binaya?
Atau dari liang lahat Lautan Banda?

Diam, diam, sekali berdiam,
Tragedi nol busung lapar,
Jadi tranding topik nusantara,
Murkelle dibiarkan mati dengan kutukan kelaparan, masuk akalkah?

Lalu, Mause Ane dibiarkan tatusu sendiri,
Darah kesendirian terpencar pada batu-batu goa dan tebing-tebing gunung,
Atau mau melupakan mereka basah kuyup di bawah pohon Api-api dan Pakis.

O Raja Udang telah terbang jauh sudah,
Kakak Tua pun hijrah membawa rumahnya,
Atap-atap Rumbia teroyak-oyak,
Hujan lokal tak bisa tumbuhi lagi kesejahteraan,
Sekian, seruwet cerita bisnisman tentang harta karun, melupakan orang-orang kampung.

Murkelle,
Mari baku kele,
Kele Ane,
Ale Mause,
Mau ose bantu?

Ambon, 27/07/2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Sekolah Masa Depan Jembatani Kecerdasan Buatan dan Kearifan Lokal

ilustrasi AI Sekolah masa depan menjadi medium antara kemajuan teknologi, dan akar budaya lokal. Kemajuan teknologi (AI) telah merambah hampir semua aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Namun, tanpa nilai-nilai kearifan lokal, pendidikan bisa kehilangan arah dan makna kontekstual. Penting bagi sekolah masa depan untuk tetap menjaga keseimbangan antara globalisasi dan lokalitas. Keseimbangan ini menjadi pondasi agar generasi masa depan tidak tercerabut dari identitasnya. Kecerdasan buatan menawarkan efisiensi dan personalisasi dalam proses belajar. AI dapat memetakan kemampuan siswa secara individu, dan menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kebutuhan mereka. Sistem seperti chatbot pendidikan, analitik pembelajaran, dan tutor digital semakin marak digunakan. Hal ini memberikan kesempatan belajar yang lebih adaptif, dan interaktif bagi siswa. Tapi, semua kecanggihan ini tetap membutuhkan nilai moral sebagai pengarah. Di sisi lain, kearifan lokal adalah warisan budaya yang men...

soal 2