Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Ramadan, Cinta, dan Ekoteologi

AI Gemini Ramadan hadir sebagai tamu agung. Ia membawa pesan transformasi. Di balik ritual menahan lapar dan dahaga, tersimpan rahasia besar tentang manusia memposisikan dirinya di hadapan Sang Pencipta, sesama makhluk, dan alam semesta. Ada pandangan, ramadan sering kali dipandang sebagai "urusan privat" antara seorang hamba dengan RabbNya. Namun, seiring dengan meningkatnya krisis lingkungan global, pemaknaan ramadan perlu ditarik ke ranah yang lebih luas, yakni ekoteologi. Ekoteologi tidak cukup dipandang sebagai cabang ilmu, melainkan sebuah kesadaran spiritual yang menempatkan pelestarian alam sebagai bagian integral dari iman. Dalam konteks ini, cinta menjadi jembatan pengikat yang menghubungkan kesalehan ritual puasa dengan tanggung jawab moral menjaga bumi. Tanpa cinta, puasa hanya menjadi beban fisik. Sedangkan tanpa kesadaran ekologis, cinta tersebut kehilangan ruang hidupnya. Akar dari segala ibadah dalam Islam adalah cinta atau mahabbah. Ramadan adalah bulan di ma...