![]() |
| geminiAI |
Bila semua yang ada di
dunia ini seragam. Maka keseragaman adalah stagnasi. Bayangkan dunia di mana
semua orang sama. Sekilas tampak damai, tetapi sebenarnya membosankan dan
rapuh. Dalam biologi, ekosistem yang seragam mudah hancur oleh satu penyakit.
Sebaliknya, keberagaman membuat ekosistem lebih tahan. Begitu pula masyarakat:
perbedaan budaya, latar belakang, dan cara berpikir adalah “genetik sosial”
yang membuat kita mampu bertahan menghadapi perubahan zaman.
Sementara,
kemajuan besar lahir dari orang-orang yang berani berbeda, seperti Einstein,
atau Steve Jobs. Bahkan Nabi dan Rasul dalam agama-agama. Dalam kerja tim,
sudut pandang yang beragam menghasilkan solusi kreatif. Bila semua dipaksa
seragam, hasilnya akan tumpul. Perbedaan adalah kunci untuk memecahkan masalah
kompleks.
Mengapa Kita Takut Beda?
Secara
psikologis, manusia mewarisi naluri membedakan “kelompok sendiri” dan “orang
luar.” Dahulu ini penting untuk bertahan hidup. Namun di era global, kita perlu
melatih diri melihat perbedaan bukan sebagai ancaman, melainkan peluang untuk
berkolaborasi. Ketakutan terhadap perbedaan sering muncul dari rasa tidak aman
dalam diri sendiri.
Seni,
musik, dan budaya menunjukkan bahwa keindahan lahir dari perbedaan. Lukisan
hidup karena warna beragam, musik indah karena harmoni nada, dan dunia kaya karena
tradisi serta kuliner berbeda. Menolak perbedaan berarti menolak kekayaan
hidup.
Ironisnya,
media sosial sering menjerat kita dalam “ruang gema” yang hanya memperkuat
pandangan kita sendiri. Akibatnya, perbedaan dianggap salah. Kita perlu keluar
dari lingkaran ini, mendengarkan perspektif lain, dan menghargai keberadaan
perbedaan tanpa harus selalu setuju.
Olehnya itu,
menghargai perbedaan adalah pilihan sadar. Setiap orang membawa nilai unik, dan
dengan menerima keragaman, kita membuka pintu empati. Dunia tidak membutuhkan
lebih banyak keseragaman, melainkan keberanian untuk menjadi diri sendiri dan
menghargai keunikan orang lain. Hidup lebih indah karena kita tidak sama (Q.S.
Al-Hujurat, ayat 13)

Komentar
Posting Komentar