Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label maluku

Persaudaraan dalam Bingkai Basudara: Potret Kultur Sosial Maluku

gemini Maluku tak sekedar gugusan pulau, yang dipisahkan oleh laut Banda dan laut Seram. Tetapi sebuah ruang batin kolektif di mana identitas kemanusiaan diletakkan jauh di atas segala perbedaan primordial. Sejak zaman nenek moyang, kepulauan ini telah menjadi titik temu ragam orang di dunia lewat jalur rempah.   Namun, di balik kemasyhurannya di telinga kolonialisme global dulu, terdapat harta karun sosiologis yang jauh lebih berharga dan tetap lestari hingga hari ini, yaitu budaya Basudara. Filosofi ini merupakan urat nadi yang mengikat ribuan komunitas di Maluku dalam satu simpul persaudaraan.  Hal ini melampaui batas agama, suku, dan strata sosial. Hidup orang Basudara tidak sekadar slogan puitis, tapi sebuah kontrak sosial tak tertulis yang dijaga dengan sakral sebagai landasan moral dan etika dalam berinteraksi antarsesama manusianya.  Akar filosofinya tertanam kuat dalam kesadaran bahwa seluruh masyarakat Maluku berasal dari satu rahim sejarah sama, kemudi...

Refleksi Jiwa Atas Ekspresi Pilkada Maluku

Sebelum ada multitafsir. Saya luruskan konteks wacana ini. Konteksnya tentang pilkada Maluku. Bisa ya. Agar tidak ada ide streaming berkembang dan ada pembatasan masalah. Kita tau bersama, huru-hara pilkada Maluku kelihatan sangat dramatis. Prolognya dulu menggebu dengan ide  "kotak kosong". Hembusan kuatnya ialah Maluku Baru, Gubernur Baru. Namun, petanya berubah seiring tak mau kalahnya incumbent dalam mengadu gagasannya. Alhasil, triple 6, kode koalisi incumbent (Golkar, PKS, Demokrat) melawan aliansi Banteng dkk. Dua kubu penguasa eksekutif (Beringin) dan legislatif (Moncong Putih) ini saling mempengaruhi opini publik. Belum sampai disitu, mesin demokrasi Maluku terus memanas, seiring masuknya koalisi rakyat yang dimotori oleh tim independen (HEBAT) Aksi Tenggara-Seram ini mendapat sambutan hangat karena mereka berdua adalah pemain lama dan bisa menjadi kuda hitam. Epilognya, terbentuklah tiga kandidat yang berperang saat 27 Juni lalu. Ya. Telah berlalu. Kini, kita ak...