Langsung ke konten utama

DOA-DOA DI ATAS KAPAL


By. M. Nasir Pariusamahu/085243139596/ Direktur Forum Pena Unpatti 

RATA-RATA DOA ADALAH KISAH HATI
YANG SEMPURNA DI SUKMA-SUKMA
YANG BERBAGI PUJA UNTUK TUHAN SEMESTA
DIMANAPUN KETIKA MATAHARI BELUM TERBENAM

OMBAK-OMBAK PUN BISA MENULIS SEJARAH
SEJARAH TAUFAN MELUKIS SKETSA PADA  PEPASIRAN DAN KARANG
DI ATAS BADAI-BADAI  YANG BERMAIN BUIH
DI ATAS LAUT-LAUT YANG MELANTAIKAN GELOMBANG-GELOMBANG

SAKSIKAN! KARANG-KARANG MENGIKAT  KOKOH
YANG DIIKUTI IKAN-IKAN PENIKMAT DINDING-DINDING KARANG
MENYATU DENGAN TAMAN-TAMAN PASIRNYA
MEMBERI TAHU TENTANG DATANGNYA HUJAN-HUJAN

BARANGSIAPA YANG TURUN KE LAUT
DENGAN LAYAR-LAYAR BESAR TANPA DOA-DOA
DOA-DOA PUJIAN UNTUK PENGENDALI TAUFAN DAN GELOMBANG
YANG  MERANTAI PADA PAPAN-PAPAN PERAHUNYA
NISCAYA  TAK KEMBALI WALAU KIAMAT

LAGU-LAGU DENGAN SEGALA NADA
DISITU AKAN TERLIHAT WAJAH YANG BERDOSA DAN SHALEH
DISITU BERMACAM-MACAM KATA AMPUN DIBACAKAN
HINGGA TAK ADA ORANG YANG TERTAWA-TAWA
KARENA MEREKA SEDANG BERCAKAP DENGAN TUHAN
JANGANLAH TUHAN MEMBERI AZAB PADA KAMI
SEBAB KAMI INGIN PULANG DULU KE ANAK ISTRI

TAPI, SIMBOL DUSTA MEMBUKA KEJUJURAN HATI
TUHAN SUDAH TAU
INILAH TAKDIRMU DIANTARA  RUMPUT LAUT DAN KARANG MENJADI TAMAN HIDUP ABADIMU. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

AI Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. "Ini sarana untuk menumbuhkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada generasi muda," jelas Trialaksita Sari Priska, Menteri Sekretaris KeSEMaT. Aktivitas kepedulian terhadap lingkungan tersebut bermula dari keresahan mahasiswa Ilmu Kelautan Undip terhadap kerusakan ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara yang menjadi tempat praktik dan penelitian mata kuliah mereka. Mereka tidak ingin hanya meresahkan sesuatu. Mereka ingin melakukan tindakan nyata. Menurut Dinuarca Endra Wasistha, Presiden KeSEMaT, aksi mereka selanjutnya berkembang dari hanya menanam mangrove hingga membuat kreasi yang menghasilkan uang melalui CV KeMANGI. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT) dan menggalang KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang terseba...

Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh, Ini Penjelasan BMKG

Gemini Ai Warganet ramai memperbincangkan video viral tentang awan berbentuk tsunami di atas Kota Meulaboh, Provinsi Aceh, Senin (10/8/2020). Akun Twitter @masawep atau Arief Arbianto yang menggunggah video tersebut menulis, “Mohon doanya agar Kota Meulaboh baik2 saja. Pemandangan awan pagi ini di atas kota Meulaboh, Aceh Barat.» Melihat fenomena alam yang viral ini, sebagian masyarakat bertanya-tanya apakah awan ini pertanda datangnya bencana alam. Menanggapi viralnya video fenomena awan tersebut, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin, pun angkat bicara. Miming menuturkan bahwa memang benar fenomena awan berbentuk seperti tsunami di video tersebut merupakan fenomena yang relatif jarang terjadi. “Secara ilmiah, fenomena awan tersebut dinamakan dengan awan arcus,” kata Miming kepada Kompas.com, Senin (10/8/2020). Untuk diketahui, awan arcus adalah jenis awan rendah dan memiliki formasi pembentukan horizontal. Dijelaskan Miming, awa...

Merangkum Berdasarkan Gagasan Pokok

  Judul Buku: Aku Terbatas tapi Tanpa Batas Penulis: Joko Sulistya Judul Bab: Yulia Dwi Kustari, Juara I KIR Nasional Judul Subbab: 1. Dulu Aku Tomboi 2. Aku dan Kegiatanku 3. Aku Ingin Naik Pesawat 4. No Pain No Gain 5. Alhamdulillah, Aku Juara  Dari buku ini, gagasan utama setiap paragraf dapat disarikan sebagai berikut. Kisah Yulia kecil yang lebih senang bermain dengan teman laki-laki. Kegiatan Yulia di bangku SMP yang banyak dihabiskan dengan kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler. Yulia ingin merasakan naik pesawat seperti kakaknya yang sering bepergian ke tempat jauh. Ia berharap dapat lolos ke Lomba Penelitian Siswa Nasional di Jakarta. Yulia menyiapkan makalah penelitiannya untuk dikirimkan ke panitia lomba Yulia lolos lomba dan menjadi pemenang pertama Yulia tidak mengerti apa yang salah dengan menjadi tomboi. Ia hanya senang bermain dengan teman laki-laki dan mengikuti kakak laki-lakinya. Namun, ia selalu diingatkan orang tuanya agar berperilaku seb...