Langsung ke konten utama

KEPADA YANG TELAH PERGI



KEPADA YANG TELAH PERGI


Aku  tau ada dalam jiwamu bekas ini
Bekas luka sanyatan pedang musuh-musuh dakwah
Bekas air wudhu dalam sepertiga malam ketika kau terjaga
Di situ juga ada bekas tapak jejakmu, yang ku sebut pembuat jejak
Betapa dulu kelapangan selalu ada dan siap berkata “Siap” dan “Sedia”
Betapa dulu gunung-gunung dan semak belukar , bagi kau adalah jalan yang licin
Betapa dulu, jangan tanya berapa nilai rupiah yang dikantongmu berkurang
Itu hanya sedemikian kisah heroik yang kau anggap itu buah hidup yang baqa

Aku tau, kau masih ingin mau menaiki kapal dakwah ini, tak penting siapa nahkodanya
Aku tau, kau masih ingin bercita-cita menaiki kuda Khalid di surga
Aku tau, kau punya mimpi untuk belajar hadits pada Syafii
Sebab aku tau, kau pernah menulisnya dalam 100 catatan dunia akhiratmu

Namun, waktu telah menjadi terjal. Waktu telah memendekkan cita-cita itu
Tak sampai hanya sewindu
Tak hanya sampai sedekade
Tak hanya sampai seabad
Kisah-kisah itu hanya menjadi lipatan kuno
Yang terlipat dalam ketidaktahuan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Sekolah Masa Depan Jembatani Kecerdasan Buatan dan Kearifan Lokal

ilustrasi AI Sekolah masa depan menjadi medium antara kemajuan teknologi, dan akar budaya lokal. Kemajuan teknologi (AI) telah merambah hampir semua aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Namun, tanpa nilai-nilai kearifan lokal, pendidikan bisa kehilangan arah dan makna kontekstual. Penting bagi sekolah masa depan untuk tetap menjaga keseimbangan antara globalisasi dan lokalitas. Keseimbangan ini menjadi pondasi agar generasi masa depan tidak tercerabut dari identitasnya. Kecerdasan buatan menawarkan efisiensi dan personalisasi dalam proses belajar. AI dapat memetakan kemampuan siswa secara individu, dan menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kebutuhan mereka. Sistem seperti chatbot pendidikan, analitik pembelajaran, dan tutor digital semakin marak digunakan. Hal ini memberikan kesempatan belajar yang lebih adaptif, dan interaktif bagi siswa. Tapi, semua kecanggihan ini tetap membutuhkan nilai moral sebagai pengarah. Di sisi lain, kearifan lokal adalah warisan budaya yang men...

soal 2