Langsung ke konten utama

KAMMI desak Jokowi segera eksekusi mati "Bali Nine" tanpa intervensi Australia

KAMMI desak Jokowi segera eksekusi mati "Bali Nine" tanpa intervensi Australia.

JAKARTA- Ditundanya eksekusi mati Gembong Narkoba kasus "Bali Nine" semakin menguatkan kecurigaan publik akan adanya intervensi pemerintah Australia dalam kasus ini. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendesak Presiden Jokowi untuk segera mengeksekusi terpidana mati gembong narkoba "Bali Nine" Andrew Chan (31) dan Myuran Sukumaran (33). 

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI Andriyana di Jakarta (23/02). "Segera lakukan eksekusi mati terhadap gembong narkoba ini bila Jokowi memang Pro terhadap pemberantasan Narkoba dan tidak dibawah oleh bayang-bayang Intervensi Australia." tegas Andriyana.

Menurutnya, Jokowi harus mempertahankan Kedaulatan hukum Indonesia dengan tidak berada dibawah bayang-bayang intervensi asing. "Penundaan eksekusi mati ini mempertegas dugaan bahwa Jokowi berada dibawah bayang-bayang intervensi Australia. Negara Inonesia adalah negara yang besar, jangan sampai di intervensi dan dilecehkan oleh negara manapun," ujarnya.

Ketua Bidang Kebijakan Publik Pengurus Pusat KAMMI Romidi Karnawan menambahkan, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Senin (16/2/2015) mengatakan, mereka  sedang mengupayakan setiap celah untuk membantu menyelamatkan dua warga negaranya yang di eksekusi mati di Indonesia.

Adapun lobi Australia atas penundaan eksekusi mati dengan mengungkit bantuan  saat terjadinya bencana tsunami Aceh. "KAMMI sudah bergerak dengan melakukan penggalangan #KoinUntukAustralia yang dilakukan oleh teman-teman KAMMI Aceh. Dan bisa jadi ini menjadi gerakan nasional atas nama harga diri Bangsa Indonesia," ungkap Romidi.

Terkait alasan teknis Pemerintah Indonesia menunda eksekusi mati ini, KAMMI dan rakyat Indonesia juga meragukan alasan itu. "Seharusnya tidak berlarut dan tidak dijadikan alasan untuk segera melakukan eksekusi," tutup Romidi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Sekolah Masa Depan Jembatani Kecerdasan Buatan dan Kearifan Lokal

ilustrasi AI Sekolah masa depan menjadi medium antara kemajuan teknologi, dan akar budaya lokal. Kemajuan teknologi (AI) telah merambah hampir semua aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Namun, tanpa nilai-nilai kearifan lokal, pendidikan bisa kehilangan arah dan makna kontekstual. Penting bagi sekolah masa depan untuk tetap menjaga keseimbangan antara globalisasi dan lokalitas. Keseimbangan ini menjadi pondasi agar generasi masa depan tidak tercerabut dari identitasnya. Kecerdasan buatan menawarkan efisiensi dan personalisasi dalam proses belajar. AI dapat memetakan kemampuan siswa secara individu, dan menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kebutuhan mereka. Sistem seperti chatbot pendidikan, analitik pembelajaran, dan tutor digital semakin marak digunakan. Hal ini memberikan kesempatan belajar yang lebih adaptif, dan interaktif bagi siswa. Tapi, semua kecanggihan ini tetap membutuhkan nilai moral sebagai pengarah. Di sisi lain, kearifan lokal adalah warisan budaya yang men...

soal 2