Langsung ke konten utama

KAMMI TAGIH JANJI PEMKOT AMBON “Catatan Buruk Pendidikanku”



KAMMI TAGIH JANJI PEMKOT AMBON
“Catatan Buruk Pendidikanku”
Falsafah UUD 1945 BAB XIII  Pasal 31 ( Pendidikan dan Kebudayaan ) telah sangat jelas mengingatkan kita tentang arti dari “ mencerdaskan kehidupan bangsa”. Upaya mencerdaskan bangsa itu hanya bisa dilakukan, bila menjadikan pendidikan sebagai pilar utama. Suatu bangsa akan berdaya dan berperadaban bilamana pendidikan dijadikan sebagai mihwar asasi dalam berbangsa dan bernegara.
Ambon sebagai central dari provinsi kepulauan di Indonesia Timur, hendaklah dapat menjaga nilai-nilai pendidikan itu dengan baik. Baik-buruknya kota yang dijuluki Manise ini akan sangat arif lagi bila pendidikan dihargai sebagai nafas hidup.
Sebagai gerakan kepemudaan, KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Daerah Kota  Ambon senantiasa menjadi organ yang serius untuk menangani masalah-masalah yang terjadi di lingkungan kota Ambon. KAMMI senantiasa menjadi control of social yang mengedepankan nilai-nilai humanistik demi perbaikan kota ini ke depan.
Berkaitan dengan kasus penyegelan dua sekolah (SD Inpres 50 dan 64 Ambon) di Batumerah, Ambon pada Jumat, 10/04 oleh oknum yang mengatasnamakan pemilik lahan sangatlah dikhawatirkan akan berdampak pada psikologis siswa yang bersekolah. Apalagi, kata beberapa orang guru yang KAMMI temui di sekolah masing-masing, menyampaikan bahwa perihal sengketa lahan sudah lama sejak sekolah tersebut didirikan pada tahun 1982. Awalnya sekolah yang didirikan ini, hanya satu yakni SD Inpres 50. Namun, setelah dilihat perkembangannya maka dibuka lagi SD 64 Ambon , kedua sekolah tersebut berlokasi di satu gedung sekolah. Apalagi, para siswa mau mengahadapi ujian semester dan ujian nasional beberapa hari lagi. Sungguh Ironis. Lalu, 700 siswa ini mau diapain?
Senada dengan keterangan dari Kadis Pendidikan Kota Ambon, 15/04 yang KAMMI temui di ruang kerjanya. Beny Kainama, selaku kadis berjanji akan segera menyelesaikan kasus ini. Dan akan bertanggung jawab untuk membayar ganti rugi lahan kepada pemilik lahan, yang diperkirakan 1,4 M. Beliau juga memberikan waktu satu minggu untuk menyelesaikan kasus ini.
Disamping itu, Ketua KAMMI Daerah Kota Ambon, M. Nasir Pariusamahu menjelaskan di sekertariat bahwa masalah ini adalah masalah yang harus ditanggapai serius. Apalagi kasus sengketa lahan sekolah ternyata bukan hanya dialami oleh kedua SD itu saja. Tapi ada juga lagi sekolah-sekolah lain yang ada di Ambon yang mengalami hal serupa. Olehnya itu, menurutnya, sebelum “kritis” pemkot harus cepat tanggap terkait kasus seperti begini. Jangan sampai, masalah ini menjadi sebab “ketidakpercayaan” masyarakat terhadap pemkot Ambon. Sehingga mengakibatkan citra “Hitam”, lanjut pria kelahiran Seram Utara ini.
Selaku organ kepemudaan, KAMMI terus melakukan  untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menuntaskan tragedi ini. Mari kita selamatkan wajah pendidikan kita.
(MNP- Humas dan Media KAMMI Ambon)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

AI Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. "Ini sarana untuk menumbuhkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada generasi muda," jelas Trialaksita Sari Priska, Menteri Sekretaris KeSEMaT. Aktivitas kepedulian terhadap lingkungan tersebut bermula dari keresahan mahasiswa Ilmu Kelautan Undip terhadap kerusakan ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara yang menjadi tempat praktik dan penelitian mata kuliah mereka. Mereka tidak ingin hanya meresahkan sesuatu. Mereka ingin melakukan tindakan nyata. Menurut Dinuarca Endra Wasistha, Presiden KeSEMaT, aksi mereka selanjutnya berkembang dari hanya menanam mangrove hingga membuat kreasi yang menghasilkan uang melalui CV KeMANGI. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT) dan menggalang KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang terseba...

Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh, Ini Penjelasan BMKG

Gemini Ai Warganet ramai memperbincangkan video viral tentang awan berbentuk tsunami di atas Kota Meulaboh, Provinsi Aceh, Senin (10/8/2020). Akun Twitter @masawep atau Arief Arbianto yang menggunggah video tersebut menulis, “Mohon doanya agar Kota Meulaboh baik2 saja. Pemandangan awan pagi ini di atas kota Meulaboh, Aceh Barat.» Melihat fenomena alam yang viral ini, sebagian masyarakat bertanya-tanya apakah awan ini pertanda datangnya bencana alam. Menanggapi viralnya video fenomena awan tersebut, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin, pun angkat bicara. Miming menuturkan bahwa memang benar fenomena awan berbentuk seperti tsunami di video tersebut merupakan fenomena yang relatif jarang terjadi. “Secara ilmiah, fenomena awan tersebut dinamakan dengan awan arcus,” kata Miming kepada Kompas.com, Senin (10/8/2020). Untuk diketahui, awan arcus adalah jenis awan rendah dan memiliki formasi pembentukan horizontal. Dijelaskan Miming, awa...