Langsung ke konten utama

Kitalah "Otak" Dalam Setiap "Kepala"

Ada sebuah percakapan bijak antara Sukarno dan Hatta ketika dalam mobil menuju rumah Laksamana Maeda guna menghadiri rapat kemerdekaan Indonesia.
Begini kutipan dialog itu," Bung apakah kita sanggup pimpin negara ini? "tanya Hatta. Sukarno menjawab, " Bung, tugas kita "mengawali". Nanti selanjutnya generasi kitalah yang meneruskan.

Lebih itu pula, taktala Ibrahim as disuruh oleh Allah untuk adzan. "Ibrahim berkata, "Bagaimana mungkin aku bisa mengumandangkan adzan. Sementara disekitarku tak ada orang. Hanya Kab'ah." "Allah pun berseru, " Adzanlah! Tugasmu hanya adzan. Yang akan mendatangkan orang untuk taat pada adzanmu adalah AKU."

Seikal kisah dua di atas menggambarkan pada kita tentang tabiat "thumuhat".
Manusia harus punya thumuhat atau obsesi. Biarlah obsesi itu menggelayuti setiap nafasan nadi kita. Manusia yang punya obsesi tak akan mati sia-sia. Sebab dia adalah penuntun. Kompas bagi pejalan kaki yang tersesat.

Manusia seperti inilah yang berdaya guna. Bukan harta yang ia cari. Tapi, kebermanfaatan yang dia ingin tanam. Karena manusia ini sangat haqqul yaqin dengan amal yang tidak pernah terputus walau sudah mati sekalipun.

Manusia selayaknya ini disebut oleh Anis Matta sebagai pahlawan yang bekerja dalam sunyi yang panjang. Tugas mereka mengalirkan energi bagai hujan yang memberi bumi ketika tandus.

Namun, bukan berarti mereka tidak punya penghasilan. Mereka adalah orang-orang yang kaya. Kekayaan ada pada berapa kata yang telah menembus pikiran sekaligus mempengaruhi orang untuk berbuat baik. Itulah kekayaan hakikat.

Mereka adalah manusia hamba. Otak kebaikan, magnetika kehidupan. Manusia seperti ini tumbuh sedikit diantara kebanyakan orang.

Mereka selalu mempergunakan kata "how" daripada "what". Terbuka pikirannya, tak sempit hatinya. Kerja mereka penuh kemuliaan.

Semoga kita bisa menjadi molekul dalam atomnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

AI Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. "Ini sarana untuk menumbuhkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada generasi muda," jelas Trialaksita Sari Priska, Menteri Sekretaris KeSEMaT. Aktivitas kepedulian terhadap lingkungan tersebut bermula dari keresahan mahasiswa Ilmu Kelautan Undip terhadap kerusakan ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara yang menjadi tempat praktik dan penelitian mata kuliah mereka. Mereka tidak ingin hanya meresahkan sesuatu. Mereka ingin melakukan tindakan nyata. Menurut Dinuarca Endra Wasistha, Presiden KeSEMaT, aksi mereka selanjutnya berkembang dari hanya menanam mangrove hingga membuat kreasi yang menghasilkan uang melalui CV KeMANGI. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT) dan menggalang KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang terseba...

Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh, Ini Penjelasan BMKG

Gemini Ai Warganet ramai memperbincangkan video viral tentang awan berbentuk tsunami di atas Kota Meulaboh, Provinsi Aceh, Senin (10/8/2020). Akun Twitter @masawep atau Arief Arbianto yang menggunggah video tersebut menulis, “Mohon doanya agar Kota Meulaboh baik2 saja. Pemandangan awan pagi ini di atas kota Meulaboh, Aceh Barat.» Melihat fenomena alam yang viral ini, sebagian masyarakat bertanya-tanya apakah awan ini pertanda datangnya bencana alam. Menanggapi viralnya video fenomena awan tersebut, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin, pun angkat bicara. Miming menuturkan bahwa memang benar fenomena awan berbentuk seperti tsunami di video tersebut merupakan fenomena yang relatif jarang terjadi. “Secara ilmiah, fenomena awan tersebut dinamakan dengan awan arcus,” kata Miming kepada Kompas.com, Senin (10/8/2020). Untuk diketahui, awan arcus adalah jenis awan rendah dan memiliki formasi pembentukan horizontal. Dijelaskan Miming, awa...