Langsung ke konten utama

Sahabatku, La Taghdob Walakal Jannah

dia. Ya dia. Terus mengingatkanku dalam amarah. Nasehatnya bagaikan percikan wudhu di waktu Subuh. Mengaliri sampai ke pori-pori. Hingga kantuk menjelmakan wajah berseri.
Besok dia. Ya dia. Telah memutuskan untuk berkelana. Jauh. Jauh. Tak bisa ku ukur jarak dan waktunya. Namun, setiap kutipan lisannya telah membantuku agar hidup tenang sentosa.
Kita pernah berkawan dengan siapapun. Tentu kita tak ingin pisah. Sebab, kawan yang baik adalah saling memiliki. Ourselves.
Terkadang ada api Iblis. Membawa kedengkian dan tebar pesona kemunafikan. Hidup menjadi minus. Minus nol. Minus nol, hati sudah membatu. Keras.
Disela hidup yang kadang sudah seperti bangkai. aku masih hidup dengannya. Nyawanya. Sukmaku. Akan bertahan hingga Izrail menjemput.
Jangan marah. Jangan marah, "begitu sergahnya dalam sela memadamkan merah mukaku. Hatinya yang berair bagaikan tetesan air terjun yang jatuh di atas kepalaku. Plak. Plak. Plak. Disitu aku terbangun dari emosi yang meronta-ronta.
Ini kenangmu kawan. Begitu berarti kau, menjadi mitra dalam Jannahku. Sebut saja, 1000 kali aku marah, kau datang dengan sebilah kata, "La Taghdob. 

Ambon, 5 April 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Sekolah Masa Depan Jembatani Kecerdasan Buatan dan Kearifan Lokal

ilustrasi AI Sekolah masa depan menjadi medium antara kemajuan teknologi, dan akar budaya lokal. Kemajuan teknologi (AI) telah merambah hampir semua aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Namun, tanpa nilai-nilai kearifan lokal, pendidikan bisa kehilangan arah dan makna kontekstual. Penting bagi sekolah masa depan untuk tetap menjaga keseimbangan antara globalisasi dan lokalitas. Keseimbangan ini menjadi pondasi agar generasi masa depan tidak tercerabut dari identitasnya. Kecerdasan buatan menawarkan efisiensi dan personalisasi dalam proses belajar. AI dapat memetakan kemampuan siswa secara individu, dan menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kebutuhan mereka. Sistem seperti chatbot pendidikan, analitik pembelajaran, dan tutor digital semakin marak digunakan. Hal ini memberikan kesempatan belajar yang lebih adaptif, dan interaktif bagi siswa. Tapi, semua kecanggihan ini tetap membutuhkan nilai moral sebagai pengarah. Di sisi lain, kearifan lokal adalah warisan budaya yang men...

soal 2