Langsung ke konten utama

Isme Ramadhan in SD Kristen 1 Hunut Ambon

Saya telah menguraikan tulisan sama, tentang pentingnya membuka hati dan mata dalam kehidupan sosial. Judul tulisannya, saya beri judul agama dan spritualisasi sosial. Lebih lengkapnya bisa dibaca pada halaman IG-ku, yaitu https://www.instagram.com/p/Bi_8ATdHIBI/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1rx8eglxv8dxe.
Seakan menyambung tulisan tersebut, kemarin (7/6) saya diundang oleh keluarga besar SD Kristen 1 Hunuth Ambon, beralamat di jalan Yunus Syaranamual, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, untuk memberikan siraman rohani Ramadhan kepada seluruh warga sekolah.
Tepat pukul 17.15 WIT, saya tiba di sana. Baru masuk pintu pagar, saya merasakan hawa harmonisasi yang begitu kuat. Begitu saya dipersilahkan memberikan wejangan keutamaan bagi orang-orang berpuasa, wajah-wajah polos para siswa begitu bening, penuh antusias menatap penuh ingin tau. Seketika itu, gas geloraku kunaikkan ke level higth motivation.
Informasi didapat, sekolah ini berdiri tahun 1950. Kini, mempunyai peserta didik berjumlah 111 orang. Tenaga pendidik sebanyak 13 orang. Nah,  ditotalkan adalah 124 orang. Dari total 124 orang, warga sekolah yang beragama Islam berjumlah 17 orang (termasuk guru dan siswa)
Inilah keunikannya. Secara umum, Maluku telah menjadi daerah percontohan kehidupan beragama yang baik. Bahkan, tahun kemarin Myanmar datang untuk melakukan studi banding terkait manajemen kehidupan beragama dalam masyarakat.
Setelah salam, saya bertanya kepada mereka," ana-ana, kanapa katong bakumpul di sini? Ada mengangguk-anggukan kepala, ada yang menatap penuh cemas, ada pula yang malu-malu mengacungkan tangan.
Tak mengapa, dari baby face mereka, saya bisa menangkap pesan baru. "Bahwa Allah, Tuhan sekalian alam telah menciptakan manusia berbeda-beda. Ada Tenggara, Seram, Buru, Lease, Ambon. Ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha. Ada rambutnya hitam lurus, rambut pata mayang, rambut kriting. Ada yang berkulit hitam, kulit putih dan sawo matang serta kuning langsat. Itulah sudah takdir bukan piliha. Tugas kita, merawatnya."
Lantas, saya pun bertanya kepada dua orang siswa," Rasya deng Ari dolo parna baku dapa ka seng sebelum skolah di sini? Dong dua geleng kapala." Nah!!! katong bakumpul ini par saling baku kanal. Kira-kira setuju ka seng?" "Applause menggema sebagai jawabannya."
Kurang lebih tiga puluh menit, saya menguraikan pentingnya hidup dalam bingkai persaudaraan, saya merasakan pergumulan jiwa yang begitu penuh cinta kasih. Walau, belum pernah bertemu secara fisik, namun pancaran bola mata mereka, seakan berkata," katong ana-ana Ambon siap hidop deng sapa saja.
Pada akhir sesi, salah satu anak menyapaku," ustad, pulang bae-bae."
"Danke, ade."
Lebih dari itu, setelah buka puasa bersama, sejenak diskusi hangat bersama kepala sekolah, Ibu A. Pattimukay. Sosok perempuan telah memberikanku inspirasi. Kehangatan diksi yang beliau sampaikan, terurai mata air kedamaian yang tulus bermuara dalam hati.
Kata beliau," usia bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk berprestasi. Kalian anak-anak muda harus mengambil peran masa depan dan cita-cita orang tua yang belum tertunaikan."
Lanjutnya, " internalisasi nilai religius harus menjadi spirit kita bersama. Lewat kegiatan ini, semua kita punya harapan baik bagi kelangsungan masa depan anak-anak.
"Iya, beta sangat setuju. Program spiritual seperti ini terus dipertahankan. Sekaligus, beta sangat mengapresiasi kegiatan ini."
Tambahan saya, "bahwa jika semua manusia memahami dan taat kepada konstitusi agamanya. Maka, in syaAllah tak ada konflik. Tak ada orang baka lai. Tak ada orang baku maki deng baku lempar. Beta kira semua agama mengajarkan itu.
"Soal perbedaan cara beribadah tidak boleh saling menyalahkan. Sebab, semua agama punya tata caranya. Hal yang perlu disatukan ialah persamaan dalam menentukan visi hidup bersosial. Karena, kita saling membutuhkan satu sama lain. Kita punya rasa, rasa itu anugerah Tuhan," jelasku lagi.
Maka, lewat poin "religius" sebagai visi sekolah, beta sangat berharap hal tersebut bisa teraplikasikan dengan baik.
Menutup tulisan ini, beta ucapkan terima kasih kepada ibu kepala sekolah terkasih dan para guru tercinta. Semoga mereka, pahlawan diberikan kekuatan untuk menuntun anak-anaknya ke lorong cahaya kebaikan. Juga kepada seluruh peserta didik, agar senantiasa rajin berdoa dan belajar, kelak kalianlah penguasa negeri ini.
Mari kita menjadi mata air Indonesia, yang terus mengalir dan memberi karya terbaik.
Cerita ini akan senantiasa bertasbih. Amin.
#RamadhanCinta
#IslamRadikal(ramah,disiplin,kalem)
#fatwaHati
#Ambon, 08/06/2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Pengumuman Hasil Pelaksanaan OSN-K Jenjang SD/MI, SMP/MTs Tahun 2025, Ada 13.449 Siswa Lolos ke Provinsi

https://bpti.kemdikbud.go.id/ Hallo sobat prestasi...💫 Berikut admin menyampaikan informasi terkait pengumuman Peserta Lolos ke Tingkat Provinsi Olimpiade Sains Nasional (OSN-P) Tahun 2025 Jenjang SD/MI/Sederajat & SMP/MTs/Sederajat!  Gini pesan dari BPTI," Balai Pengembangan Talenta Indonesia mengucapkan Selamat kepada para peserta OSN yang lolos ke Tingkat Provinsi. ✨ Bagi #SobatPrestasi yang belum lolos, jangan menyerah dan tetap semangat! Masih banyak kesempatan yang akan datang di Ajang Talenta selanjutnya! 💪🏻 Rincian kepesertaan,  yang perlu menjadi perhatian adalah sebagai berikut: 1.Peserta yang ikut sebanyak 187.552 Bidang IPA: 61.958 Bidang IPS: 63.175 Bidang Matematika: 62.419 2. Hasil penilaian dewan juri terdapat 6.899 siswa yang lolos ke tahap Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi: Bidang IPA: 2.332 Bidang IPS: 2.236 Bidang Matematika: 2.331 Daripada penasaran, langsung aja diklik ya.  [Pengumuman Hasil Pelaksanaan OSN-K Jenjang SD/MI/Sede...

Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

AI Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. "Ini sarana untuk menumbuhkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada generasi muda," jelas Trialaksita Sari Priska, Menteri Sekretaris KeSEMaT. Aktivitas kepedulian terhadap lingkungan tersebut bermula dari keresahan mahasiswa Ilmu Kelautan Undip terhadap kerusakan ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara yang menjadi tempat praktik dan penelitian mata kuliah mereka. Mereka tidak ingin hanya meresahkan sesuatu. Mereka ingin melakukan tindakan nyata. Menurut Dinuarca Endra Wasistha, Presiden KeSEMaT, aksi mereka selanjutnya berkembang dari hanya menanam mangrove hingga membuat kreasi yang menghasilkan uang melalui CV KeMANGI. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT) dan menggalang KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang terseba...