Langsung ke konten utama

Genjot Mutu Belajar, MTsN 2 Malteng Gelar Pelatihan Soal HOTS/STEM via Daring

dok.timkurikulummtsn2malteng
Kondisi pandemik yang semakin menggila, membuat seluruh sekolah/madrasah bahu-membahu secara ekstra untuk dapat mempertahankan eksitensi mutu pembelajaran. 
Pemerintah telah menetapkan kerja dari rumah (work from home) dan belajar dari rumah (at home learning) membuat satuan-satuan kerja harus bisa menyesuaikan dengan situasi yang terjadi. 
Guna merespon hal itu, MTs Negeri 2 Maluku Tengah terus berupaya maksimal, agar kondisi ini tidak menurunkan daya etos kerja para guru. Sebab, guru adalah "panglima" dalam asih, asuh, asah masa depan anak. 
Kali ini dalam menjemput momen tahun ajaran baru, dan semester genap 2019-2020, melalui program kerja Bidang Kurikulum melaksanakan Pelatihan Penyusunan Soal HOTS/STEM bagi guru-guru MTs Negeri 2 Maluku Tengah, dengan menggunakan zoom meetings. 
"InsyaAllah, pelatihan ini akan dilaksanakan pada tanggal 06 Mei 2020, pukul 10.00-11.30 WIT, dan diikuti oleh 46 guru. Kami sangat mengapresiasi program ini. Adanya pelatihan ini menjadi cambuk bagi guru dalam menyusun naskah soal yang baik sesuai dengan perkembangan zaman," jelas Sabarudin, S.Pd., M.Pd, selaku Kepala Madrasah. 
Sebagai info, masih banyak yang belum tahu mengenai tipe soal HOTS/STEM ini. Faktanya, soal jenis HOTS sudah pernah disisipkan di Ujian Nasional tahun 2018 lalu. Namun, banyak siswa yang mengeluh karena dianggap sangat sulit. (timkurikulum)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

AI Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. "Ini sarana untuk menumbuhkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada generasi muda," jelas Trialaksita Sari Priska, Menteri Sekretaris KeSEMaT. Aktivitas kepedulian terhadap lingkungan tersebut bermula dari keresahan mahasiswa Ilmu Kelautan Undip terhadap kerusakan ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara yang menjadi tempat praktik dan penelitian mata kuliah mereka. Mereka tidak ingin hanya meresahkan sesuatu. Mereka ingin melakukan tindakan nyata. Menurut Dinuarca Endra Wasistha, Presiden KeSEMaT, aksi mereka selanjutnya berkembang dari hanya menanam mangrove hingga membuat kreasi yang menghasilkan uang melalui CV KeMANGI. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT) dan menggalang KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang terseba...

Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh, Ini Penjelasan BMKG

Gemini Ai Warganet ramai memperbincangkan video viral tentang awan berbentuk tsunami di atas Kota Meulaboh, Provinsi Aceh, Senin (10/8/2020). Akun Twitter @masawep atau Arief Arbianto yang menggunggah video tersebut menulis, “Mohon doanya agar Kota Meulaboh baik2 saja. Pemandangan awan pagi ini di atas kota Meulaboh, Aceh Barat.» Melihat fenomena alam yang viral ini, sebagian masyarakat bertanya-tanya apakah awan ini pertanda datangnya bencana alam. Menanggapi viralnya video fenomena awan tersebut, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin, pun angkat bicara. Miming menuturkan bahwa memang benar fenomena awan berbentuk seperti tsunami di video tersebut merupakan fenomena yang relatif jarang terjadi. “Secara ilmiah, fenomena awan tersebut dinamakan dengan awan arcus,” kata Miming kepada Kompas.com, Senin (10/8/2020). Untuk diketahui, awan arcus adalah jenis awan rendah dan memiliki formasi pembentukan horizontal. Dijelaskan Miming, awa...