Langsung ke konten utama

RPP Literasi Madrasah Terpadu

RPP Literasi Madrasah Terpadu

Sebagai aktor pembelajaran, guru saat ini harus memastikan dirinya menjadi lokomotif perubahan. Sudah hukum alam, siapa yang tidak tanggap aksi cepat, maka ia akan kehilangan momentum.
Apalagi derasnya dunia teknologi, yang diperparah dengan keadaan di lapangan, yang tidak sesuai dengan harapan. Walaupun banyak sekali komunitas, lembaga, institusi pendidikan telah berupaya untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang terjadi, tetapi ada saja yang masih terkategorikan sebagai “guru gaptek.”
Olehnya itu, sudah saatnya prasangka tentang hal itu ditenggelamkan. Secara pribadi, guru mesti menghadirkan kepanikan dalam dirinya, biar bergerak bangun secepatnya. Sebab di tangan dingin mereka, ada sejuta mimpi anak-anak didiknya, yang memerlukan sentuhan mereka.
Hal sederhana yang dapat dilakukan pertama kali oleh guru, guna mewujudkan mimpi-mimpi di atas ialah dengan mendesain rencana pembelajaran, yang sesuai dengan konteks, karakter anak dan lingkungan belajar.
Melalui Surat Edaran Mendikbud nomor 14 tahun 2019 tentang penyederhaan RPP, telah membuka peluang guru dalam kemerdekaan belajar. Adanya edaran ini, memastikan bahwa guru era kekiniaan diberikan keluasan berpikir dan bertindak dalam pembelajaran sesuai dengan kemampuannya.
Nah, guna membantu bapak/ibu guru yang membutuhkan model RPP/ rencana pembelajaran, saya membagikan salah satu contohnya. Contoh ini  menjadi gambaran awal, bila bapak/ibu mau memakai atau mengembangkannya disilakan. Sebagai informasi, format RPP kekinian tidak ada kebakuan. Pengembangan formatnya bisa dikembangkan secara mandiri, asal membawa keberhasilan bagi mutu pembelajaran. Asalkan, tiga komponennya sesuai surat edaran menteri dimuat. Sedangkan komponen lainnya hanya pelengkap.
RPP ini saya namai dengan RPP Literasi Madrasah Terpadu, yang memadukan konsep RPP SE nomor 14/2019, dan mengembangkan  tiga tungku literasi yaitu literasi digital, literasi keagamaan, dan literasi baca-tulis ke dalam proses pembelajaran. Semoga hal ini, bisa menjawab kegalauan kondisi belajar di madrasah. Segala hasil karya manusia, tentu ada kekurangannya. Olehnya itu, masukan dan saran senantiasa saya harapkan.
Untuk melihat model  RPP selengkapnya, silakan  bapak/ibu/saudara mengakses alamat lini masa di bawah ini:   

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

AI Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. "Ini sarana untuk menumbuhkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada generasi muda," jelas Trialaksita Sari Priska, Menteri Sekretaris KeSEMaT. Aktivitas kepedulian terhadap lingkungan tersebut bermula dari keresahan mahasiswa Ilmu Kelautan Undip terhadap kerusakan ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara yang menjadi tempat praktik dan penelitian mata kuliah mereka. Mereka tidak ingin hanya meresahkan sesuatu. Mereka ingin melakukan tindakan nyata. Menurut Dinuarca Endra Wasistha, Presiden KeSEMaT, aksi mereka selanjutnya berkembang dari hanya menanam mangrove hingga membuat kreasi yang menghasilkan uang melalui CV KeMANGI. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT) dan menggalang KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang terseba...

Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh, Ini Penjelasan BMKG

Gemini Ai Warganet ramai memperbincangkan video viral tentang awan berbentuk tsunami di atas Kota Meulaboh, Provinsi Aceh, Senin (10/8/2020). Akun Twitter @masawep atau Arief Arbianto yang menggunggah video tersebut menulis, “Mohon doanya agar Kota Meulaboh baik2 saja. Pemandangan awan pagi ini di atas kota Meulaboh, Aceh Barat.» Melihat fenomena alam yang viral ini, sebagian masyarakat bertanya-tanya apakah awan ini pertanda datangnya bencana alam. Menanggapi viralnya video fenomena awan tersebut, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin, pun angkat bicara. Miming menuturkan bahwa memang benar fenomena awan berbentuk seperti tsunami di video tersebut merupakan fenomena yang relatif jarang terjadi. “Secara ilmiah, fenomena awan tersebut dinamakan dengan awan arcus,” kata Miming kepada Kompas.com, Senin (10/8/2020). Untuk diketahui, awan arcus adalah jenis awan rendah dan memiliki formasi pembentukan horizontal. Dijelaskan Miming, awa...