Langsung ke konten utama

[Contoh Naskah] Pidato HUT Ke-65 Kota Masohi

dokumen pribadi
Yth. Bapak/Ibu Dewan Juri

Yth. Hadirin dan teman – teman yang berbahagia

Assalamu alaikum wr wb

Salam Sejahtera

Tabea!       

Teman—teman yang saya cintai   

Segala puji syukur, kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas kasihNya dan KaruniaNya, pada hari ini kita bisa ikut serta dalam memperingati momen bersejarah yaitu peringatan Hari Ulang Tahun Kota Masohi ke-65.

Pada kesempatan ini, saya Tazkia Malhayati Latuconsina asal MTs Negeri 2 Maluku Tengah akan menyampaikan pidato dengan topik Remaja Kota Masohi Cakap Digital.

Teman—teman yang saya cintai  

Peringatan HUT ke-65 Kota Masohi merupakan refleksi bagi kita dalam mengilhami sejarah masa lalu. Refleksi tersebut menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita sebagai remaja masa kini.

Kita patut bersyukur bahwa pembangunan kota Masohi dari masa ke masa sangat lebih baik. Tata kota Masohi semakin indah, tempat pariwisata dan kuliner tumbuh dengan baik. Walaupun ada berbagai kendala namun sebagai remaja pelopor kita tetap optimistis untuk torehkan prestasi.

Teman—teman yang saya cintai  

Masohi kini, membutuhkan peran kita sebagai generasinya. Kita harus bisa menjadi pelopor dalam era kemajuan ini. Khususnya dalam era digitalisasi. Perlu disadari bahwa kemajuan zaman bagaikan satu kedipan mata. Olehnya itu, dalam situasi seperti itu kita perlu cakap digital agar kita tidak kalah saing dengan daerah lain di Indonesia.

Teman—teman yang saya cintai   

Taukah teman – teman bahwa dunia digital sangat membantu kreativitas kita sebagai remaja. Kita bisa memanfaatkannya dengan baik demi kemajuan kota tercinta ini. Teman—teman pasti mempunyai akun Tik—Tok, Facebook, Intagram, Telegram, WhastApp dan lain—lainnya. Nah, aplikasi—aplikasi ini alangkah baiknya bisa dijadikan sebagai alat untuk menshare, mention hal—hal positif tentang kota Masohi sehingga kota ini dapat terkenal di seluruh Indonesia bahkan dunia.

Teman—teman yang saya cintai    

Selain itu, kita juga sebagai pengguna media digital harus bisa menjadi agen cakap digital dengan cara memposting informasi yang baik dan benar, agar kita tidak terjerumus dalam hoaks dan hate speech. Olehnya itu, mari kita jadikan usia remaja ini dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, bukan menjadi penyakit bagi masyarakat.

Teman—teman yang saya cintai  

Menutup pidato saya ini, saya ingin menyampaikan sebuah ungkapan yang sangat menginspirasi yaitu jangan tanya apa yang kota Masohi berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang anda berikan kepada kota Masohi.

Wassalamu alaikum wr wb

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

AI Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. "Ini sarana untuk menumbuhkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada generasi muda," jelas Trialaksita Sari Priska, Menteri Sekretaris KeSEMaT. Aktivitas kepedulian terhadap lingkungan tersebut bermula dari keresahan mahasiswa Ilmu Kelautan Undip terhadap kerusakan ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara yang menjadi tempat praktik dan penelitian mata kuliah mereka. Mereka tidak ingin hanya meresahkan sesuatu. Mereka ingin melakukan tindakan nyata. Menurut Dinuarca Endra Wasistha, Presiden KeSEMaT, aksi mereka selanjutnya berkembang dari hanya menanam mangrove hingga membuat kreasi yang menghasilkan uang melalui CV KeMANGI. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT) dan menggalang KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang terseba...

Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh, Ini Penjelasan BMKG

Gemini Ai Warganet ramai memperbincangkan video viral tentang awan berbentuk tsunami di atas Kota Meulaboh, Provinsi Aceh, Senin (10/8/2020). Akun Twitter @masawep atau Arief Arbianto yang menggunggah video tersebut menulis, “Mohon doanya agar Kota Meulaboh baik2 saja. Pemandangan awan pagi ini di atas kota Meulaboh, Aceh Barat.» Melihat fenomena alam yang viral ini, sebagian masyarakat bertanya-tanya apakah awan ini pertanda datangnya bencana alam. Menanggapi viralnya video fenomena awan tersebut, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin, pun angkat bicara. Miming menuturkan bahwa memang benar fenomena awan berbentuk seperti tsunami di video tersebut merupakan fenomena yang relatif jarang terjadi. “Secara ilmiah, fenomena awan tersebut dinamakan dengan awan arcus,” kata Miming kepada Kompas.com, Senin (10/8/2020). Untuk diketahui, awan arcus adalah jenis awan rendah dan memiliki formasi pembentukan horizontal. Dijelaskan Miming, awa...