Langsung ke konten utama

Tips Naik Level ACE dan Assemblr Certified Trainer (ACT)

Dok. Pribadi (20/01)

Masih dalam sesi kedua bootcamp ACE. Mala mini kita ditemani oleh Coach Jumiati, S.Pd., M.Pd., seorang guru Matematik dari Kalimantan Timur. Dimulai pukul 19.00 WIB cukup, kami semua sudah stand by melalui zoom.

Kali ini kami akan dibekali dengan tips pembuatan proyek interaktif dan cara pengumpulan poin supaya naik level 4 dan bisa jadi ACTJ

Berikut adalah ringkasan efektif dari materi Bootcamp ACE pertemuan 2 mengenai tips pembuatan proyek interaktif dan cara pengumpulan poin:

  1. Pengembangan Proyek Interaktif Peserta diajak untuk meningkatkan kualitas proyek Assemblr EDU dengan menguasai beberapa keterampilan teknis, antara lain:

  • Memasukkan objek 3D, teks, dan anotasi ke dalam proyek.
  • Menambahkan audio dan fitur interaktivitas untuk pengalaman pengguna yang lebih baik.
  • Membagikan proyek yang telah selesai dikerjakan.

  1. Strategi Pengumpulan Poin ACE Anggota dapat meningkatkan level dengan mengumpulkan poin melalui berbagai aktivitas:

Tugas 5 Poin:

  • Mengunggah proyek ke media sosial (Instagram Story/WhatsApp Story).
  • Mengikuti seluruh akun media sosial resmi Assemblr (X, Facebook, LinkedIn, YouTube, Instagram).
  • Memberikan umpan balik (feedback), melaporkan bug, atau mengajak teman bergabung melalui kode referral.

Tugas 10 Poin:

  • Membuat proyek edukasi dan melaporkannya melalui ACE Dashboard.
  • Berpartisipasi dalam acara resmi Assemblr, baik secara daring maupun luring.
  • Mengusulkan aset 3D edukasi baru melalui formulir resmi.
  • Mengikuti Assemblr Edu Teacher Challenge (AETC) yang diadakan setiap bulan.
  • Menginstal dan memberikan ulasan bintang 5 untuk aplikasi Assemblr EDU serta Assemblr Studio.

  1. Prosedur Pelaporan Setiap tugas yang telah diselesaikan harus dilaporkan melalui ACE Dashboard dengan mengunggah bukti pengerjaan (seperti tangkapan layar) agar poin dapat diproses oleh tim. Laporan dapat dilakukan secara kolektif untuk mempermudah administrasi poin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Sekolah Masa Depan Jembatani Kecerdasan Buatan dan Kearifan Lokal

ilustrasi AI Sekolah masa depan menjadi medium antara kemajuan teknologi, dan akar budaya lokal. Kemajuan teknologi (AI) telah merambah hampir semua aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Namun, tanpa nilai-nilai kearifan lokal, pendidikan bisa kehilangan arah dan makna kontekstual. Penting bagi sekolah masa depan untuk tetap menjaga keseimbangan antara globalisasi dan lokalitas. Keseimbangan ini menjadi pondasi agar generasi masa depan tidak tercerabut dari identitasnya. Kecerdasan buatan menawarkan efisiensi dan personalisasi dalam proses belajar. AI dapat memetakan kemampuan siswa secara individu, dan menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kebutuhan mereka. Sistem seperti chatbot pendidikan, analitik pembelajaran, dan tutor digital semakin marak digunakan. Hal ini memberikan kesempatan belajar yang lebih adaptif, dan interaktif bagi siswa. Tapi, semua kecanggihan ini tetap membutuhkan nilai moral sebagai pengarah. Di sisi lain, kearifan lokal adalah warisan budaya yang men...

Tim MTsN Ambon Lolos Seleksi Nasional Rancang Lesson Plan Pendidikan Perubahan Iklim Berbasis Kearifan Lokal

Ambon, 9 Mei 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTs Negeri Ambon. Delegasinya yang diwakili oleh Muhamad Nasir Pariusamahu, guru Bahasa Indonesia, berhasil lolos dalam seleksi nasional "Rancang Lesson Plan Pendidikan Perubahan Iklim Berbasis Kearifan Lokal" yang digagas oleh Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Negeri Semarang (UNNES), University of Nottingham (Inggris), dan Kemdikdasmen Republik Indonesia. Dari 514 karya yang dikirimkan oleh para pendidik dari seluruh penjuru Indonesia, karya Pariusamahu terpilih sebagai salah satu yang terbaik, dan berhak mewakili Provinsi Maluku dalam program kolaboratif berskala nasional dan internasional tersebut. "Kami merasa bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari inisiatif penting ini. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa pendidikan di Maluku memiliki potensi besar, khususnya dalam mengintegrasikan isu-isu global seperti perubahan iklim dengan kearifan lokal yang kami miliki," ujar Pariu...