Judul Buku: Aku Terbatas tapi Tanpa Batas
Penulis: Joko Sulistya
Judul Bab: Yulia Dwi Kustari, Juara I KIR Nasional
Judul Subbab:
1. Dulu Aku Tomboi
2. Aku dan Kegiatanku
3. Aku Ingin Naik Pesawat
4. No Pain No Gain
5.
Alhamdulillah, Aku Juara
Dari buku ini, gagasan utama setiap paragraf dapat disarikan sebagai berikut.
- Kisah Yulia kecil yang lebih senang bermain dengan teman laki-laki.
- Kegiatan Yulia di bangku SMP yang banyak dihabiskan dengan kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler.
- Yulia ingin merasakan naik pesawat seperti kakaknya yang sering bepergian ke tempat jauh. Ia berharap dapat lolos ke Lomba Penelitian Siswa Nasional di Jakarta.
- Yulia menyiapkan makalah penelitiannya untuk dikirimkan ke panitia lomba
- Yulia lolos lomba dan menjadi pemenang pertama
- Yulia tidak mengerti apa yang salah dengan menjadi tomboi. Ia hanya senang bermain dengan teman laki-laki dan mengikuti kakak laki-lakinya. Namun, ia selalu diingatkan orang tuanya agar berperilaku sebagai seorang gadis yang santun.
Sejak duduk di bangku SMP, kegiatan Yulia bertambah. Ia tidak hanya
mengikuti dua kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga aktif sebagai wakil ketua OSIS.
Selain itu, masih banyak kegiatan sekolah lain yang diikuti Yulia, seperti
Olimpiade Siswa Nasional bidang Matematika dan lomba Cerdas Cermat Agama. Nilai
rapor Yulia yang bagus membuatnya selalu dilibatkan dalam hampir semua kegiatan
sekolah.
Yulia serius menekuni kegiatan ekstrakurikulernya, yaitu KIR (Karya
Ilmiah Remaja). Kegiatan KIR di SMP 2 Bambanglipuro sangat diminati oleh siswa.
Yulia bahkan harus ikut seleksi untuk bisa bergabung dalam ekstrakurikuler ini.
Yulia lolos seleksi berkat usulan tema penelitiannya, yaitu Abaca (Alat Bantu
Membaca).
Tak hanya di sekolah, di lingkungan rumah pun Yulia aktif terlibat
dalam kegiatan kampung. Ia menjadi pengurus karang taruna dan remaja masjid.
Pemuda-pemudi kampung sangat kompak sehingga semua program bisa berjalan dengan
baik.
Penulisan Karya Ilmiah cukup memakan waktu, tetapi Yulia tetap
menikmatinya. Apalagi, kakaknya sangat mendukung dan bisa diajak berdiskusi.
Satu hal yang membuat Yulia iri kepada kakaknya adalah betapa sering kakaknya
itu naik pesawat. Yulia berharap mengikuti KIR memberinya kesempatan untuk naik
pesawat, terutama karena Lomba Penelitian Siswa Nasional akan diadakan di
Jakarta.
Akhirnya, Yulia mendapat kesempatan mengikuti pelatihan jurnalistik untuk mengasah pengetahuan dan keterampilannya menulis karya ilmiah. Beberapa minggu kemudian, Yulia mengikuti seleksi pembinaan tingkat provinsi. Ia bekerja keras membuat proposal KIR di bidang teknologi dan rekayasa. Yulia memilih topik tentang tinjauan dan teori program Arduino.
Setelah naskahnya lolos dan mengikuti pembinaan berikutnya, Yulia bekerja keras menyelesaikan naskah penelitian KIR tentang pembuatan kacamata Abaca. Ia pun lolos dalam Lomba Penelitian Siswa Nasional di Jakarta. Salah satu mimpi Yulia naik pesawat ke Jakarta untuk mengikuti Lomba Penelitian Siswa Nasional pun terwujud. Tak hanya itu. Yulia pun menjadi juara pertama Lomba Penelitian Siswa Nasional
sumber: buku bahasa Indonesia kelas VII kemdikdasmen
Komentar
Posting Komentar