Langsung ke konten utama

Postingan

19 TAHUN DEDIKASI KAMMI: Refleksi 48 Jam Ekspedisi Kemanusiaan di Pulau Seram (bagian 2)

dari kiri: Bunda Eva, Bunda Desy, Bunda Nadra  ( Depan Kantor SMAN 1 Seram Utara) Usai juga petualang wisata dedikasi. 48 Jam bersama tim telah memberikan arti begitu mendalam ketika menjumpai berbagai orang di tempat tujuan. Pagi dini hari, pukul 02.00 WIT, kami diterima langsung oleh kepala Desa Wahai, Bapak Hasan Salatin, di kediamannya, kompleks Hatui, Wahai. Beberapa jam kami berdiskusi tentang pentingnya tanggung jawab dan kesabaran sebagai seorang pemimpin. Sejenak, kita men tadabburi kisah Yusuf as, sebagai Nabi yang pernah dibuang oleh keluarganya sendiri, ternyata ada korelasi khusus di kemudian hari antara makna kesabaran dan kepemimpinan. Apakah itu? Ternyata jarak kesabaran yang dialami Yusuf as. menuju kursi kekuasaan menggantikan penguasa Mesir kala itu adalah 40 tahun. Kasus ini mengingatkan kita pada ayat yang diturunkan kepada Nabi Yusuf begitu beliau berada di dalam sumur “dan kami wahyukan kepada Yusuf, bahwa suatu saat kamu akan menceritakan kembali perist...

Klise Kedatangan Pak Presiden

Presiden Jokowi Telah sekian hitungan dalam kalender masehi, beliau datang ke tanah pusaka, Maluku. Seharusnya wibawanya pula, bisa memartabatkan Maluku. Maluku bukan sampiran yang terpinggirkan. Maluku ibu NKRI. Maluku pagar rumah Pusaka Pertiwi. Beberapa fenomena kepulauan masih saja menggantung bagaikan kami (baca: anak Maluku) melihat kerlipan bintang di langit dari balik gunung-gunung dan ngarai. Kami tidak butuh diangkat. Melainkan, kami butuh keadilan. Kami bukan butuh kesetaraan dengan kota-kota Metropolit, tetapi kami minta pemerataan yang berjiwa Nawacita. Hidup kami sebenarnya sangatlah sudah bahagia. Janjimulah yang membuat kami menggantungkan airmata kering. 70-an sudah, kami menikmati kemerdekaan. Kurungan desentralisasi tak membuat kami berkembang. Malah terhimpit, provinsi termiskin dan terbahagia. Wah! Di hari Pers ini, sedikit terungkap lewat diskusi bersama perwakilan Menkoinfo, PWI, TVRI, dan KPI kemarin. Fakta terisolasi ka...

KAMMI se- Unpatti Galang Dana untuk korban kebakaran di Ambon

Kebakaran yang melanda kawasan RT002/RW01 Soabali, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, pada Senin lalu, menyebabkan puluhan rumah ludes dilahap si jago merah.   Sementara ini para korban masih menginap di tenda-tenda pengungsian yang disediakan pemerintah setempat. Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. Meresponi hal tersebut, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komsat Unpatti menggalang dana pada hari Minggu, 30 Oktober 2016. Aksi galang dana ini dimulai dari Mesjid Annur Batumerah kemudian memasuki padatnya areal   Mardika dan berhenti di Pantai Losari. Aksi tersebut sangat mendapat respon positif dari masyarakat. Aksi reaksi cepat ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian KAMMI terhadap masalah kemanusian. Rasa yang dialami oleh saudara-saudara kita di Soabali adalah rasa kami semua. Apalagi katong di Maluku mempunyai tradisi sosial “Ale rasa, beta rasa”. Hal itu yang mesti katong jaga sampe anak cucu,” kata Sekretaris Umum KAMMI Unpatti...

NIKAH DI MASA MUDA, PACARAN DI USIA SENJA *

Tidak mudah bagi saya untuk melengkapi setiap tanda titik dan kemudian menjadi paragraf baru dalam artikel pendek ini. Tentunya ada sebuah keresahan yang tak berujung pada setiap manusia jika telah datang sebuah pertanyaan,” kapan anda menikah? Lalu dengan cepat lisannya terkunci dan hatinya membelah menjadi jurus seribu bayangan ala Naruto, antara sebuah keharusan menjawab atau malah mutar-mutar topik sana-sini. Memang tak mudah membicarakan soal nikah. Berbagai versi muncul dimana-mana. Berbagai alasan yang menunda , karena belum matang atau ada yang punya semangat maju tak gentar bahkan pompaan Karawang-Bekasi   dalam memburu calon pasangannya. Pastinya,   faktor-faktor untuk menjalani sebuah proses “kesempurnaan agama” ini membutuhkan indera keenam, yakni kefahaman lahir batin. Memang tak mudah untuk menikah, sebab menikah adalah menyatukan kedua keluarga dan budaya yang berbeda, memang apa pentingnya dengan ibu-bapaknya, sanak-keluarganya, toh yang menikah ...

Mama e

Mama e Di suatu saat Omba-omba laut seram Memukul pelan laju kapal Beta inga Mama parna bilang "Ana e, tanah rantau itu rimba kehidupan" Kemudian, Daun katapang Tatoki palang Basangaja deng anging timor laut Beta inga Mama parna bilang "Ana e, Tuhan itu maha rahman dan rahim" Maka peluklah Tuhan dalam kedipan matamu Sungguh, Mama e Selama Nunusaku masi kayak dolo Hutan-hutan manusela masi ijo Sagala karang Laut banda masih tajaga Beta kira Seng bagini Seng ada kompeni kapitalis Yang biking bakalai katong Yang biking ganggo asri negeriku Mama e Sakarang Tuhan su marah Binaya su mulai rata Laut Buru mangamu asa Sampe bagitu mama ee Biking luka di sagala waktu Mama e Beta rindu Hangatnya pelukmu Derai aermata kasihmu Dalam doa Di masjid-masjid Semoga Tuhan tumpahkan Magfirah par mama Puncak Wara, Ambon Sore, 17.15 WIT by Nasir

Guru digugu lan nan ditiru

#guru di gugu lan  nan ditiru.                                                                           Mungkin kita pernah mendengar, membaca tentang maksud dari ungkapan sederhana di atas.  Lantas terbesit pada keadaan kita masa lampau.  Duduk di kelas satu sekolah dasar lantas kita disuapin angka matematika sederhana:1+1=2, belajar menggambar pemandangan laut dan gunung.  Bahkan sesekali lukisan itu berbentuk corat - coret yang membuat senyum sepoi,  diajar menulis tulisan indah yang kemudian dibangku  perguruan tinggi ku kenal lanjut dengan istilah lebih modern yakni penulisan kreatif. Beg...

SELAMAT DATANG, PAK REKTOR

SELAMAT DATANG, PAK REKTOR Telah berlalu pesta demokrasi pemilihan rektor Universitas Pattimura, Kamis (11/2) Tentunya sudah pula banyak energi yang telah terkuras dalam prosesi hal tersebut. Segi tenaga   telah memberikan ruang kelelahan yang begitu penat. Semua bentuk kelelahan tersebut diharapkan bisa memulihkan keadaan kampus ini ke depan. Kiranya hasil dari proses tersebut menghasilkan dua pertentangan kausalitas; menang dan kalah. Namun, kami percaya, bahwa semua proses yang telah berjalan telah sesuai dengan amanat undang-undang. Menang sedia merangkul. Kalah pun berlapang dada. Kita semua tau, bahwa Unpatti merupakan satu-satunya kampus di Maluku, yang telah berdiri sejak 50-an tahun silam. Kampus yang telah banyak menelurkan sarjana-sarjana muda. Kampus yang telah merasai segala prahara di republik ini. Mulai dari konflik sosial ‘99 yang sempat melumpuhkan kampus teluk ini. Kemudian, diikuti oleh beberapa dinamika politik kampus yang berefek pada mundurnya daya sain...