Langsung ke konten utama

Belenggu Covid19


dok. https://malteng.liputan.co.id
(bagian 2 dari tulisan CPNS Online, PNS “Covid” )
Di masa-masa ini, semua pekerjaan telah dikerjakan oleh mesin perangkat lunak. Data disimpan dalam box memori. Hanya berbekal klik sana- klik sini, kemudian enter, hal itu menjadi super mudah.
Alhasil, semua perjalanan begitu dramatis. Tes online yang menjenuhkan, hingga adventure (petualangan) latsar in-on, kemudian travelling Sars-Cov-2 ke seluruh dunia, termasuk Maluku, membuat semua pekerjaan, dan akses kebutuhan hidup dalam “jaringan.”
Bila semasa CPNS kita hanya mengenal istilah online, maka di zaman paceklik corona kita kedatangan kosakata-kosakata baru yaitu virtual, “tanpa dinding”, daring, vicon (video teleconference), digital dll tergantung siapa, untuk, dan tujuan dipakai dalam berkomunikasi.
Semangat paper secara perlahan digantikan oleh account system (berbasis akun), yang menghubungkan akun satu dengan akun lainya. Labelisasi manusia digantikan akun-akun itu. Kadangkala, manusia tak bisa mengontrolnya di tebaran jagad warga net.  
Keadaan ini diperparah dengan hadirnya corona. Orang yang gagap android pelan-pelan tersingkir. Orang mulai berpacu, kalau tidak akan ketinggalan kereta. Orang mulai berpikir,” O ya...ternyata corona tidak saja mendatangkan wabah, tetapi membiasakan orang untuk bekerja lewat jejaring signal--- yang dulu dianggap tidak penting.
Yah. Dunia sudah berubah, dan corona mengubah sistem perbudakan “kertas”. Maka, lahirlah konsep Work From Home (Bekerja dari rumah), yang disandarkan pada kelihaian pegawai/pekerja untuk menghubungkan orang-orang, dalam satu sel aplikasi kerja.
Di waktu edaran virus masih ada. Setiap warga yang hendak keluar rumah harus mengenakan masker, jaga jarak (psysical distancing), jauhi keramaian (social distancing), mencuci tangan dengan sabun/sanitizer, dll. Mekanisme keprotokoleran kayak inilah, yang diamini oleh lembaga pemerintah, maupun swasta. Semua kehidupan harus ikuti prosedur, bila ingin selamat dari bahayanya.
Sebagai salah satu instansi pemerintah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah pun memberlakukan hal itu, dalam seremoni pengambilan sumpah/janji PNS lingkup Kemenag Malteng (Rabu, 22/04).
Seperti yang diberitakan https://malteng.liputan.co.id, sebanyak 31 Calon PNS hasil rekrutmen 2019, resmi dilantik sebagai PNS lingkup Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan menggunakan metode virtual. Pelantikan dengan metode virtual itu dilakukan untuk mematuhi kebijakan social distancing, karena saat ini dunia tengah dilanda pandemi Covid19.
Kata Hanafi Rumatiga, S.Ag., M.Pd. selaku Kepala Kantor Kemenang Malteng, pelantikan ini dilaksanakan guna memenuhi kebutuhan Kementerian Agama terkait penempatan guru. Pelantikan yang dilakukan secara virtual merupakan kepatuhan Kemenag dalam mencegah, dan memutus mata rantai penyebaran Covid19. 
“Pelantikan hari ini bersifat virtual dengan menggunakan zoom. Di mana PNS yang dilantik ini, banyak di luar Daerah. Dan juga bagian dari anjuran setiap kegiatan di masa corona tidak boleh kumpul orang banyak. Usai pelantikan ini mereka tetap kerja dari rumah masing-masing dengan metode virtual,” jelas Rumatiga.
Fenomena pelantikan  semacam ini juga dilakukan sebelumnya di Bali (https://baliexpress.jawapos.com/), Makassar (http://makassartoday.com/), lingkup IAIN Ambon, lingkup Kemendikbud (https://www.kompas.com/) dll. Imbas corona memang telah membatasi wilayah, namun tidak menyekat wilayah “digital”. O Corona, kepergianmu kami nanti.
Penantian ini telah lama kami tunggu. Petualangan CPNS menjadi PNS di tahun-tahun ini telah mendekap ragam rasa. Kata temanku,” Ini model pelantikan dalam “jaringan”. Apapun makannya, air putih minumannya. SK 100% telah kupegang. Sumpah kami, jiwa dan airmata kuabdikan demi bangsa, dan negara.





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Pengumuman Hasil Pelaksanaan OSN-K Jenjang SD/MI, SMP/MTs Tahun 2025, Ada 13.449 Siswa Lolos ke Provinsi

https://bpti.kemdikbud.go.id/ Hallo sobat prestasi...💫 Berikut admin menyampaikan informasi terkait pengumuman Peserta Lolos ke Tingkat Provinsi Olimpiade Sains Nasional (OSN-P) Tahun 2025 Jenjang SD/MI/Sederajat & SMP/MTs/Sederajat!  Gini pesan dari BPTI," Balai Pengembangan Talenta Indonesia mengucapkan Selamat kepada para peserta OSN yang lolos ke Tingkat Provinsi. ✨ Bagi #SobatPrestasi yang belum lolos, jangan menyerah dan tetap semangat! Masih banyak kesempatan yang akan datang di Ajang Talenta selanjutnya! 💪🏻 Rincian kepesertaan,  yang perlu menjadi perhatian adalah sebagai berikut: 1.Peserta yang ikut sebanyak 187.552 Bidang IPA: 61.958 Bidang IPS: 63.175 Bidang Matematika: 62.419 2. Hasil penilaian dewan juri terdapat 6.899 siswa yang lolos ke tahap Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi: Bidang IPA: 2.332 Bidang IPS: 2.236 Bidang Matematika: 2.331 Daripada penasaran, langsung aja diklik ya.  [Pengumuman Hasil Pelaksanaan OSN-K Jenjang SD/MI/Sede...

Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

AI Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. "Ini sarana untuk menumbuhkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada generasi muda," jelas Trialaksita Sari Priska, Menteri Sekretaris KeSEMaT. Aktivitas kepedulian terhadap lingkungan tersebut bermula dari keresahan mahasiswa Ilmu Kelautan Undip terhadap kerusakan ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara yang menjadi tempat praktik dan penelitian mata kuliah mereka. Mereka tidak ingin hanya meresahkan sesuatu. Mereka ingin melakukan tindakan nyata. Menurut Dinuarca Endra Wasistha, Presiden KeSEMaT, aksi mereka selanjutnya berkembang dari hanya menanam mangrove hingga membuat kreasi yang menghasilkan uang melalui CV KeMANGI. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT) dan menggalang KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang terseba...