Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Esai

Sambut Tahun Ajaran Baru di Madrasah, Apa Saja yang disiapkan?

Sesuai dengan surat edaran Dirjen Pendis Kemenag 540/2024, semua madrasah mengawali tahun ajaran   2024/2025 pada tanggal 15 Juli 2024, tepat pada hari Senin. Tahun ajaran baru selalu menjadi momen yang dinanti sekaligus menantang bagi dunia pendidikan, tak terkecuali di madrasah.  Memasuki tahun ajaran ini ada beberapa hal krusial yang perlu menjadi fokus persiapan di madrasah, antara lain: Riset Murid Matsenada 1.   Penguatan Kurikulum yang Relevan Integrasi teknologi & keterampilan abad 21:  m adrasah perlu   memastikan   kurikulum mengintegrasikan teknologi digital dan   mengembangkan   keterampilan abad 21 seperti   critical thinking ,   kolaborasi,   komunikasi, dan   kreativitas. Pendidikan karakter & moderasi beragama:  p enguatan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam   moderat   tetap menjadi prioritas   untuk   mencegah   intoleransi dan radikalis...

Kejutan—Kejutan dalam Giat Kurikulum Merdeka MTsN 4 Malteng

ikope ele be, dusio ukoyiko i hoho ele be niyao upadiko, talalu tinggi di sambar burung elang, talalu rendah juga dililit ular, hidup ini sederhana saja (BA) Tepat usia 30, Saparua sudah tiga kali saya singgahi. Petualangan saya diawali ke Jazirah Hatawao. Kali ini saya ke arah Jazirah Tenggara Saparua yaitu SSI. Kehadiran saya, diundang oleh MTsN 4 Maluku Tengah untuk giat berbagi Kurikulum Merdeka bagi guru—guru MI, MTs dan MA di desa Louhata ini. Louhata memiliki arti berkumpul/bermusyawarah. Lou (berkumpul) dan Hata (bermusyawarah untuk kemajuan). MTsN 4 Maluku Tengah adalah satu—satunya madrasah tsanawiyah yang berada di desa ini. Sama dengan masyarakatnya, guru—gurunya sangat humble. Beberapa kali saya isi materi di pulau—pulau, saya berkesimpulan bahwa orang pulau itu sangat bersahabat dengan orang baru. Hal yang mengejutkan adanya suprise oleh moderator, Bu Cica," Pa, Selamat ulang tahun .” Wkwkwk. Walau hanya memanfaatkan waktu yang pendek, bagi saya dapat membe...

Carita Hidop dari Bapa Abu

iyoi pa'a ata yane pa'a iya , hidup seperti budak, tapi makan kita seperti makanan raja (BA) Seperti cerita saya pada bagian pertama pada beranda FB saya. Cerita ini kelanjutannya. Saya perlu mengakui, masyarakat Siri Sori Islam sangat welcome dengan turis seperti saya. Wkwkwkw. Bukan saya saja yach, tetapi semua pengunjung yang datang ke sana. Di kampung ini ada yang unik, adanya semacam homestay kayak di Banda atau Bukit Purba Yogya, membuat para pengunjung tidak perlu khawatir untuk berteduh lelahnya. Harga homestay sangat terjangkau kantong para pelancong atau traveller yang mau ke sana. Homestay tepat berada di bibir pantainya. Kita akan disuguhi sunrise dan sunsite yang eksotik dari balik pegunungan Sanirinya. Apalagi ketika pulang ada buah tangan kepada keluarga di rumah yaitu sagu tumbunya. Padahal SSI bukan daerah pariwisata. Tetapi semangat kewirausahaan ini perlu diapresiasi. Saya kebetulan nginap di homestay milik Bapa Abu Sahupala, dan Mama Musia Toi...

Saparua dan Jejak Moyang

Saparua, pulau kecil dalam gugusan pulau—pulau Lease. Tepat usia 30 tahun, pulau berjulukan Nusa Sapanorua saya kunjungi. Kunjungan tersebut adalah untuk ketiga kalinya sejak tahun 2009, dan 2013. Ada banyak sejarah dari pulau ini. Selain sejarah perjuangan Pattimura, Said Perintah, dll. Salah satunya, Saparua adalah tanah putus pusa moyang saya. Saya hanya mendengar cerita dari Bapak ketika menemani beliau jalan—jalan atau pameri kusu—kusu. Sambil beristirahat di bawah pohon cengkeh, Beliau selalu menceritakan perihal asal usul moyang—moyang," Abang, nanti jaga pi di kamong moyang pung kampung." Almarhum Bapak saya adalah perantau ulung. Hidup beliau lebih banyak antarlautan, atarpulau sehingga sangat banyak yang beliau tau. Surga menyertaimu. Banyak nilai—nilai kehidupan yang diwariskan bagi saya dan kakak—kakak, nilai—nilai tersebut saya dapat padanan katanya dalam bahasa Siri Sori Islam,” iyoi waha ulele , yang bermakna hidup tidak boleh harap gampang.” Kembali ke top...

Melasti dan kem (Bali) ke Kuta

Bersama rinduku walau kita jauh, kasih Suatu saat di Kuta Bali (Andre Hehanusa) Penggalan lagu mantan band Katara Singers tersebut sangat memukau. Semukau pesona yang ada di pantai Kutanya. Namun ada sesuatu yang membuat indah Bali selain pantainya, yaitu budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat Bali sangat melekatkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari.  Sejak turun dari pesawat, nuansa keBalian telah menyambut kita. Para porter bandara menyapa ramah dengan balutan pakaian safari berwarna merah dengan udeng kepalanya. Hal yang paling sakral yang saya dengar juga bahwa di Bali, tinggi gedung tidak boleh melebihi tingginya Pura. Bukan masalah mitos, bahkan jembatan penghubung Jawa-Bali tidak bisa disetujui lantaran karena hal tersebut. Khazanah yang sama, saya temukan di Kuta juga yaitu Melasti. Upacara pensucian diri ini sangat menarik simpati pengunjung termasuk saya. Itulah daya pikat Bali selain gadis-gadisnya yang anggun layaknya gadis solo.  Prose...

Monumen Bom Bali

saya selalu bepergian ke suatu daerah lebih sering mengunjungi spot monumental. salah satunya ya monumen Bom Bali.  selain gong perdamaian dunia yang ada di Bali. saya pun mengicari monumen tersebut, kenapa? Karena setiap monumen kita akan mengenang masa lalu.  peristiwa dua dekade lalu tersebut adalah tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah. ia telah menjadi kisah pilu bagi seluruh rakyat Indonesia.  sewaktu peristiwa ini terjadi, saya masih menempuh bangku SD (bom Bali I, 2002) dan SMP (bom Bali II, 2005). memory dua puluh tahun tersebut masih menganga dan papa. tayangan stasiun TV tempo lalu masih membekas dalam raut memory saya.  tepat 12 Oktober 2022, saya bisa menyaksikan langsung, yang bertempat dengan peringatan dua dekade bom Bali.  melalui sirah ini, ada hal besar yang menjadi hikmah, bahwa hal-hal ekstrim dan berbau kekerasan tidaklah direstui Allah dan Alam.  Bom Bali ini tidak hanya merenggut warga asing, melainkan juga warga...

Kematian & Obsesi

Kematian adalah perjalanan terakhir, pasca terlahir jadi bayi, dewasa, nikah dan menikmati 'dunia'. Atau bahkan ada manusia, belum terlahir lagi sudah meninggal dalam perut ibunya.  Terkait kematian, ada sebagian orang yang tak menghendaki untuk diperbincangkan, katanya," pamali. Lebih-Lebih dikatain," Kanapa ose tanya bagitu, se mau doakan orang tua mati ka?"  Namun, sebagian orang juga sering berkhotbah melalui mimbar- mimbar," Setiap makhluk yang bernyawa akan merasakan mati." Izrail, sang malaikat maut pun tak luput dari takdir ini. Menurut riwayat, setelah sang malaikat mencabut seluruh nyawa manusia di muka bumi, ia akan mencabut nyawanya sendiri.  Ketika prosesi pencabutan nyawa terjadi. Ekspresi Izrail  pernah tertawa, pernah juga menangis, dan pernah juga terkejut dan kaget.  Obsesi Kematian harus direncanakan, bukan ditentukan. Merencanakan kematian dengan cara mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebagai hamba Allah. Konteks mempersiapkan, kita ...

Doa & Harapan

dok. pribadi Doa adalah permintaan khusus. Saking khususnya, doa itu perlu hal kedetailan. Misal, minta nikahkan dengan si A, minta rejeki sekian milyar, minta mati bulan Ramadhan. Karena doa itu gratis, maka berdoalah.  Kalau minta jabatan, minta rating medsos dinaikan, minta tarif iklan mahal atau tunggu pengaktifan google AdSense. Ini minta berbayar. Untung-Untung dapat, kalau tidak dapat banyak yang kena stroke.  Dalam sebuah hadits diuraikan bahwa:  اُدْعُوْا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ لَا يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ Berdoalah kepada Allah, dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” [HR. Tirmidzi] Atas dasar itu, sebagai manusia yang punya keterbatasan, doa bisa menjadi daya energi dalam kehidupan. Ibarat ponsel kita lowbet, kita perlu menambah dayanya. Semahal, secanggih apapun ponsel itu, bila lowbet tak berday...

Oksigen & Kebahagiaan

dok. pribadi Oksigen (O2) saat ini sangat dibutuhkan dalam situasi pandemi. Padahal, Indonesia dikenal sebagai jantung paru-paru dunia. Ironis lagi, pandemi menyerang, hutan-hutan tropis yang menjadi pendistribusian oksigen alamiah ini, mulai terbabat habis.  Jika pandemi muncul akibat ulah virus Sars-CoV-2, maka hutan penyedia oksigen gundul disebabkan ulah tangan manusia 'rakus'. Kita telah saksikan mirisnya penanganan pasien covid19 di berbagai rumah sakit. Jumlah tabung oksigen tak sebanding dengan jumlah korban. Tragisnya, banyak terlunta-lunta dan ada yang meninggal.  Kita pun menyaksikan kejadian ilegal loging, yang marak terjadi. Hutan ijo royo-royo terlihat menguning, di bakar massal, dan dibiarkan asapnya menyebar ke desa-desa sampai perkotaan.  Kebahagiaan Coba kita hitung. Nikmat oksigen yang telah Allah berikan. Jika tabung oksigen dihargai perbuah Rp100.000,- saja, berapa banyak biaya yang kita keluarkan untuk pemakaian 3 tabung oksigen dalam sehari. Belum s...

Ujian & Buah Sabar

dok. pribadi Setiap manusia akan melalui ujian. Tanpa tahapan itu, manusia tak akan mencapai tingkat kesempurnaan. Tengoklah, seorang sarjana bahkan profesor, bila ingin mencapai gelar itu, maka ia akan melalui tahapan ujian yang amat panjang dan sukar.  Dalam Alquran tertulis janji Allah, ''Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, lantas tidak diuji lagi? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta'' (QS Al Ankabut: 2-3). Disebutkan, bahwa semakin Allah cinta pada manusia bersangkutan, maka takaran ujian pun akan semakin meningkat. Jadi, boleh dikata, tingkatan ujian selaras dengan tingkat cintanya Allah terhadap hambaNya.  Dalam menghadapi situasi ujian tersebut, manakala kita akan dihadapkan dengan kata sabar.  Sabar merupakan kelengkapan ujian. Ia melengkapi kemulian ujian itu. Seseorang yang diberikan ujian,...

Cara Kilat Keluar Dari Daerah PSBB

dok. pribadi Bagaimana cara lolos dari “sergapan” petugas di setiap pos-pos perjalanan. Apakah bepergian   dari lokasi zona merah (PSBB) akan di karantina, setelah tiba di lokasi tujuan? Apakah rapid tes berbayar atau gratis?   Apa saja yang mesti disiapkan untuk bepergian? Begini uraiannya. Secara umum, satu-satunya kota/kabupaten di Maluku yang melaksanakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) adalah Kota Ambon, sehingga siapa pun yang ingin melakukan perjalanan/beraktivitas di kota manise ini, mesti melengkapi syarat administrasi sesuai peraturan yang diberlakukan (Perwali Nomor 18 Tahun 2020 Pasal 66 Ayat 4) Nah, sebagai warga negara yang loyal, setiap alur dan syarat tentu ditaati serta disiapkan secara baik, sehingga perjalanan anda tidak terganggu, aman dan lancar. Berikut ini, cara cepat dan mudah untuk berpergian dari Ambon (Zona Merah/PSBB) ke daerah berzona hijau: 1.       Mengunduh surat keterangan gugus covid19 Ada yan...

Trik Bepergian Antardaerah PSBB Bagi PNS di Maluku

dok. pribadi Sejak diberlakukannya PSBR (Pembatasan Sosial Berskala Regional), PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat), dan puncaknya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), angka kenaikan penderita covid tak pernah surut di Maluku. Angka korban turun-naik, sehingga puncaknya Walikota Ambon mengeluarkan Perwali Nomor 19 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB di jantung kota Maluku ini. Ambon sebagai kota sentral tentu berada dalam zona merah, dibanding dengan kota/kabupaten lainnya di Maluku. Sebagai perbandingan data dari media kompas.com menyatakan bahwa jumlah korban masih masif.   Disaat yang bersamaan pelaku perjalanan otomatis dibatasi sesuai aturan-aturan, yang dikeluarkan oleh pemegang otoritas kota ini, Walikota Ambon. Tentu menuai pro dan kontra saat perwali itu diterbitkan. Namun, sebagai warga negara yang taat dan berliterat, kita wajib taat terhadap semua prosedur yang telah dibuat. Tentu tujuannya semata-mata guna membatasi pergerakan virus yang kian menghantui...

Ramadhan Di Tengah Pandemi

indonesiabaik.id Setiap masa ada manusia, dan penyakit. Tanpa pandang siapa korban. Si penyakit itu datang menggerogoti. Siapa sangka flu Spanyol (1918) bisa menewaskan 50 juta orang. Angka kematian fantastis tersebut kemudian disetarakan dengan kondisi wabah kekinian-- corona --. Kenapa demikian?  Sebab corona telah membangun stigmatisasi sosial yang menakutkan. Korbannya bertambah setiap harinya. Sejarah telah mencatat bahwa wabah semacam ini, tidak hanya menelan nyawa. Penyebabnya tak terduga, sangat menyita energi kita. Tiba-tiba saja, orang dekat kita sudah terkapar oleh infeksinya.  Kita tidak tau, diam-diam virus ini selalu membuat gempar warga, seperti judul yang dirilis  cnnindonesia.com , yaitu  Pasien Corona Dimakamkan Diam-diam, Warga Ambon Protes . Fenomena ini jangan dianggap sepele. Orang bisa  baku pele,  bila tidak diantisipasi dengan koordinasir intensif. Ujian Berpuasa Ramadhan yang lazimnya disambut dengan sukaci...

Belenggu Covid19

dok. https://malteng.liputan.co.id (bagian 2 dari tulisan CPNS Online , PNS “Covid” ) Di masa-masa ini, semua pekerjaan telah dikerjakan oleh mesin perangkat lunak. Data disimpan dalam box memori. Hanya berbekal klik sana- klik sini, kemudian enter , hal itu menjadi super mudah. Alhasil, semua perjalanan begitu dramatis. Tes online yang menjenuhkan, hingga adventure (petualangan) latsar in-on, kemudian travelling Sars-Cov-2 ke seluruh dunia, termasuk Maluku, membuat semua pekerjaan, dan akses kebutuhan hidup dalam “jaringan.” Bila semasa CPNS kita hanya mengenal istilah online, maka di zaman paceklik corona kita kedatangan kosakata-kosakata baru yaitu virtual, “tanpa dinding”, daring, vicon (video teleconference) , digital dll tergantung siapa, untuk, dan tujuan dipakai dalam berkomunikasi. Semangat paper secara perlahan digantikan oleh account system (berbasis akun), yang menghubungkan akun satu dengan akun lainya. Labelisasi manusia digantikan akun-akun itu. Kadangk...